
Rembang – Tingkat hunian hotel (okupansi) di Rembang semakin merosot, karena terdampak pandemi Covid-19. Pengelola hotel berharap pemerintah memberikan kelonggaran, supaya bisnis mereka berangsur angsur mampu bangkit.
Manajer Hotel Pollos Rembang, Dedi Rosadi, di sela-sela berkunjung ke Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Rembang ketika momentum Hari Pers Nasional, hari Selasa (09 Februari 2021) mengakui hunian hotel saat ini anjlok.
Sebagai perbandingan, sebelum pandemi Corona, rata-rata di atas 50 kamar. Bahkan pernah dari seluruh kamar 111, semua terisi, karena bersamaan event kegiatan.
“Oktober – November agak slow, Desember ada himbauan. Nah, Januari kemarin jeblok, soalnya PSBB diperpanjang, jujur saja sudah sangat mengganggu, “ ungkapnya.
Sekarang ini tingkat hunian rata-rata di bawah 10 atau paling banyak belasan kamar per hari. Ia berpendapat selama pengelola hotel menerapkan standar protokol kesehatan, pemerintah jangan terlalu banyak membatasi, yang akhirnya menghambat kelangsungan operasional. Dedi setuju, begitu pengelola hotel menabrak aturan protokol kesehatan, langsung mendapatkan sanksi tegas.
“Ketika pengunjung masuk, kita berlakukan ketat prosedurnya. Jangankan pengunjung, pegawai saja kalau suhu tubuhnya di atas 37 derajat, kita minta pulang. Kalau nggak menjalankan, monggo silahkan dipenalti. Lha ini kita sudah jalankan protokol kesehatan, masih dibatasi, nggak boleh sampai jam sekian, itu nggak boleh, “ imbuh Dedi.
Dedi Rosadi ingin semua kepentingan berjalan beriringan. Mulai program vaksinasi, pencegahan dengan protokol kesehatan, serta kelangsungan bisnis perhotelan.
Kondisi saat ini menurutnya terlalu timpang, sehingga sepanjang tahun 2020, jauh dari target yang ditetapkan, karena banyak event dibatalkan.
“Ada sekitar 3 – 5 event dari provinsi nilainya nggak sedikit, dicancel, “ tutur pria asal Jakarta Utara tersebut.
Apalagi diperparah dengan kebijakan pemerintah yang sering berubah-ubah, sehingga memicu suasana serba tidak pasti. Termasuk ikut memukul sektor hunian hotel.
“Hitung-hitungan kami, paling lambat bulan Maret sudah selesai. Kita lihat, dropnya jauh sekali. Saya kebetulan tergabung dalam ikatan manajer hotel. Hasil pantauan sesama temen, memang beda-beda. Ada yang masih berani buat event, “ paparnya.
Saat ini di Hotel Pollos Rembang memiliki 64 orang karyawan dan 12 personil magang. Untuk tetap bertahan di tengah pandemi, manajemen hotel membuat beberapa inovasi. Misalnya melayani penjualan makanan sistem antar, kemudian menyediakan paket makan malam candle light dinner, memanfaatkan suasana romantis di dekat kolam renang hotel.
“Paket candle light dinner, Rp 250 ribu. Alhamdulilah, sedikit-sedikit masih bisa jalan. Do’akan muda-mudahan masih bisa bayar gaji karyawan, “ pungkas Dedi. (Musyafa Musa).

