Banjir Besar, Warga Berjibaku Saat Mobil Ambulance Terjebak Kemacetan
Pengendara motor mendorong kendaraannya, melintasi banjir di jalan Rembang – Blora, dekat GOR Mbesi Rembang, Rabu sore (25/11).
Pengendara motor mendorong kendaraannya, melintasi banjir di jalan Rembang – Blora, dekat GOR Mbesi Rembang, Rabu sore (25/11).

Rembang – Banjir besar terjadi di jalan nasional antara Rembang – Blora, tepatnya di lokasi sebelah selatan Gelanggang Olahraga (GOR) Mbesi Rembang, Rabu sore (25 November 2020).

Banjir disebabkan curah hujan tinggi selama 2 jam, sehingga air dari lapangan golf, lahan bagian atas GOR menggelontor ke bawah dan menggenangi akses jalan sepanjang 100 an Meter. Kondisi paling parah kedalaman banjir antara 0,5 – 1 Meter. Akibatnya, kemacetan kendaraan mengular cukup panjang.

Untuk pengemudi truk dan kendaraan besar, tetap bisa melintas. Namun sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil kecil yang nekat menerobos banjir, kendaraan mereka langsung mogok. Sebagian diantaranya terpaksa mendorong sepeda motor, di tengah arus banjir.

Sutejo, seorang warga yang tinggal di depan GOR Mbesi menjelaskan ada pula mobil ambulance sempat terjebak kemacetan, padahal sedang dalam situasi darurat membawa pasien. Warga akhirnya berupaya membantu meminggirkan kendaraan lain, supaya mobil ambulance bisa melintas.

“Tadi banyak motor yang mogok, kemudian mobil ambulance sempat kesulitan lewat, soalnya macet cukup panjang. Warga akhirnya saling bantu, agar ambulance dapat prioritas, akhirnya bisa lewat, “ ungkapnya.

Sutejo berharap pihak-pihak terkait bisa menangani normalisasi saluran air di sisi timur jalan yang mengalami pendangkalan cukup parah.

“Syukur bisa diperdalam dan dilebarkan, biar mampu menampung air, “ imbuh Sutejo.

Selain itu ada aliran air dari sebelah timur jalan, bukannya masuk ke dalam selokan, tetapi justru langsung meluber ke jalan.

“Besar sekali airnya, masuknya ke jalan. Masalah ini perlu dikaji serius oleh pihak berwenang dan mendesak diperhatikan, “ ujarnya.

Sementara itu, seorang pengguna jalan, Suwarno mengatakan banjir yang menggenangi akses jalan dekat GOR sudah sering terjadi, ketika hujan deras. Termasuk di jalan raya depan rumah sakit Bhina Bhakti Husada Rembang, yang masih satu jalur dengan GOR. Karena sudah berstatus jalan nasional, Suwarno berharap ada penanganan lebih baik, sehingga meminimalisir dampak banjir.

“Posisi jalan rendah ya, jadi air dari atas GOR menggenangi jalan. Apakah nantinya jalan ditinggikan, lalu saluran air diperbesar, kita serahkan kepada Bina Marga saja bagaimana baiknya, “ bebernya.

Selain merendam jalan Rembang – Blora, banjir juga terjadi di berbagai lokasi. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Rabu malam masih melakukan pendataan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *