Jalan Antar Desa Terputus Akibat Banjir, Menghambat Aktivitas Warga
Jalan antara Dusun Bagel dengan Dusun Gundi terputus. Tampak Kamis pagi (26/11) seorang warga memanggul sepeda milik isterinya yang akan pergi bekerja.
Jalan antara Dusun Bagel dengan Dusun Gundi terputus. Tampak Kamis pagi (26/11) seorang warga memanggul sepeda milik isterinya yang akan pergi bekerja.

Rembang – Hujan deras Rabu sore (25/11) mengakibatkan sebuah jembatan penghubung antara Dusun Bagel Desa Mondoteko dengan Dusun Gundi Desa Kedungrejo, Kecamatan Rembang Kota terputus.

Hal itu disebabkan kondisi saluran di bawah jembatan terlalu kecil, padahal arus air sangat besar dan kuat, sehingga menggerus jalan di kanan kiri jembatan tersebut. Lama kelamaan, jembatan terdorong dan akhirnya memutus jalan.

Padahal ruas jalan itu setiap hari ramai lalu lalang masyarakat yang melintas. Putusnya jalan mengakibatkan aktivitas warga terganggu, karena sama sekali tidak bisa dilewati, meski berjalan kaki sekalipun.

Kamis pagi (26 November 2020) misalnya. Ahmad Sidiq, warga Dusun Gundi Desa Kedungrejo terlihat memanggul sepeda milik isteri dan seorang wanita tetangganya, yang akan berangkat kerja. Ahmad pelan-pelan menyusuri pematang sawah di sebelah timur jalan putus.

Ahmad mengungkapkan terpaksa tetap lewat jalur tersebut, karena kalau memutar ke jalur lain, jaraknya terlalu jauh.

“Ya terpaksa saya panggul sepedanya, kalau lewat Dusun Mbesi Desa Kedungrejo, terlalu jauh, “ ungkapnya.

Beberapa tahun lalu, jalan yang putus itu sudah pernah longsor, kemudian diperbaiki dan diuruk. Setelah hujan deras Rabu sore, menerima kiriman air sangat besar, sehingga terputus. Ahmad Sidiq berharap nantinya diperbaiki dengan konstruksi lebih kuat.

“Karena air yang masuk sini besar sekali, ya semoga diperbaiki lebih baik lagi dari kemarin, “ imbuh Ahmad.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pramujo membenarkan saluran air terlalu sempit, sehingga tidak mampu menampung besarnya air.

“Ini menjadi bagian pendataan kami, untuk bahan laporan kepada pimpinan. Kita akan upayakan jembatan darurat dulu, “ kata Pramujo.

Di tempat lain, akibat cuaca buruk, BPBD juga mencatat adanya tanggul sungai longsor di Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori kemudian banjir di Desa Pengkol dan Desa Babadan Kecamatan Kaliori.

“Air sungai meluap, karena banyak sampah yang menyumbat aliran. Kebanyakan adalah sampah ranting-ranting pohon bambu, sehingga sampai Rabu malam tadi, kita bersama masyarakat berusaha untuk membersihkan, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *