Pembelajaran Tatap Muka Di SMP Akan Diperluas, Untuk Siswa SD Kapan?
PJS Bupati Rembang, Imam Maskur memantau kedatangan siswa ketika pembelajaran tatap muka di SMA N I Sumber. (Foto atas) Siswa SD di Desa Pasedan Kecamatan Bulu ketika pulang sekolah, beberapa waktu lalu. (Foto diambil sebelum pandemi Covid-19).
PJS Bupati Rembang, Imam Maskur memantau kedatangan siswa ketika pembelajaran tatap muka di SMA N I Sumber. (Foto atas) Siswa SD di Desa Pasedan Kecamatan Bulu ketika pulang sekolah, beberapa waktu lalu. (Foto diambil sebelum pandemi Covid-19).

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang mengevaluasi uji coba pembelajaran tatap muka di 4 SMP N, untuk bahan memperluas pembelajaran tatap muka ke sekolah lain, di tengah pandemi Covid-19.

Sebelumnya keempat sekolah di bawah naungan Pemkab Rembang tersebut, meliputi SMP N I Pamotan, SMP N I Sale, SMP N I Sumber dan SMP N I Kragan. Khusus SMA N I Sumber, ditunjuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk pembelajaran tatap muka di eks Karesidenan Pati.

Pejabat Sementara (PJS) Bupati Rembang, Imam Maskur menjelaskan evaluasi itu untuk mengetahui apakah ada siswa maupun guru yang terindikasi tertular Covid-19. Jika memang tidak ada, maka pembelajaran tatap muka layak dilanjutkan bahkan bisa ditambah jumlah sekolahnya. Terutama bagi sekolah-sekolah yang berada di zona hijau.

“Karena kalau sudah zona kuning dan zona hijau, pembelajaran tatap muka diperbolehkan. Minggu ini kami akan evaluasi, ada kendala tidak. Jika lancar-lancar saja tanpa ada yang terindikasi positif Covid-19, kita tambah sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka, “ tandasnya.

Imam Maskur menimpali tingkat kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Rembang pada kisaran angka 8 %, sedangkan tingkat kesembuhan pasien sudah cukup bagus, yakni 87 % lebih.

“Tapi kita akui swab, tracing dan testing kita masih rendah. Rembang sudah zona kuning, namun di sisi lain juga harus tetap waspada, jangan mengendorkan protokol eksehatan,“ ungkap Imam.

Ia menyebut warga di pedesaan yang masuk usia rentan dan mempunyai penyakit bawaan (komorbid) akan menjadi prioritas target swab. Minimal 5 – 7 orang setiap desa.

“Sejauh ini belum memenuhi target itu, “ bebernya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Rembang, Mardi, Minggu siang (08 November 2020) menyampaikan jika evaluasi pembelajaran tatap muka tingkat SMP selesai dan nantinya bisa diperluas, barulah menginjak simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah untuk tingkat SD.

“Yang SMP kita lihat dulu, kalau hasilnya bagus, ditambah sekolahnya. SMP clear, baru jenjang SD, “ terang Mardi. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *