Simulasi Belajar Tatap Muka : Yukk Kita Intip Suasananya, Ada Yang Menarik Soal Pembagian Siswa
Pjs Bupati Rembang, Imam Maskur memantau simulasi pembelajaran tatap muka di SMP N I Pamotan, Senin (05/10).
Pjs Bupati Rembang, Imam Maskur memantau simulasi pembelajaran tatap muka di SMP N I Pamotan, Senin (05/10).

Pamotan – Simulasi pembelajaran tatap muka mulai berlangsung Senin (05 Oktober 2020) di 4 SMP Negeri. Salah satunya SMP N I Pamotan, Kecamatan Pamotan. Seperti apa suasananya ?

Pagi itu gerbang sekolah masih tertutup. Begitu guru di setiap kelas sudah siap, gerbang baru dibuka. Setelah melewati pengecekan suhu tubuh, siswa dengan mengenakan masker mencuci tangan, kemudian memperoleh hand sanitizer dan masuk ke dalam kelas. Posisi guru yang sudah berada di dalam kelas untuk menyambut siswa, langsung mengarahkan tempat duduk murid.

Kepala SMP N I Pamotan, Tri Budiono menjelaskan dalam simulasi ini yang masuk terlebih dahulu adalah siswa kelas 7. Total keseluruhan siswa kelas 7 sebanyak 256 anak.

Yang masuk Senin pagi, baru separuhnya atau 128 anak. Itu pun waktunya dibagi 2 gelombang. Tahap pertama 64 anak, masuk mulai pukul 07.30 Wib, sedangkan tahap kedua 64 anak pada pukul 08.30 Wib. Masing-masing mengikuti pembelajaran selama 2 jam, tanpa ada waktu istirahat. Karena jam masuknya berbeda, maka jam pulangnya juga tidak bersamaan.

“Biar tidak terlalu menumpuk saat masuk maupun pulang sekolah, maka diatur seperti itu. Hanya ada 4 mata pelajaran, pulang pun ada jarak waktu, “ ungkap Tri.

Tri Budiono menambahkan hari ini siswa yang masuk antara absen 1 – 16 per setiap kelas, kemudian hari Selasa besok dari nomor absen 17 – 32.

Jika dianggap berhasil, Minggu berikutnya akan dilanjutkan untuk siswa kelas 8. Apabila ternyata lancar, baru giliran siswa kelas 9. Untuk bisa memasukkan siswa semua, pihaknya minimal perlu uji coba hampir sebulan.

“Insyaallah kalau ini lancar, kami bisa memasukkan semua siswa secara bersamaan, tapi masuknya dengan sistem seperti ini, bergantian, “ imbuhnya.

Sejumlah siswa yang mengikuti simulasi menyatakan mendukung pembelajaran tatap muka, seraya berharap pandemi Covid-19 lekas berlalu.

“Kalau ditanya suka mana antara belajar daring sama tatap muka, ya saya sendiri lebih memilih tatap muka, nggak ribet, “ kata seorang siswi. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *