Bupati Blak-Blakan, Berapa Bantuan Modal UMKM Dan Kapan Siswa Masuk Sekolah Lagi
Talk show Suworo Ndeso diawali dengan dagelan di Pendopo Museum Kartini, Rembang. (Foto atas) Suasana Bupati Rembang, Abdul Hafidz dialog dengan warga, Minggu malam (30/08).
Talk show Suworo Ndeso diawali dengan dagelan di Pendopo Museum Kartini, Rembang. (Foto atas) Suasana Bupati Rembang, Abdul Hafidz dialog dengan warga, Minggu malam (30/08).

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyebut soal modal bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan kapan pelajar masuk sekolah lagi, di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.

Hal itu ia beberkan ketika berlangsung talk show Suworo Ndeso di Pendopo Museum Kartini Rembang, Minggu malam (30/08). Dalam acara yang disiarkan langsung Radio R2B 98,4 FM ini, Bupati mengatakan jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Rembang mencapai 40 ribuan.

Namun setelah diverifikasi, perkiraan yang berhak mendapatkan bantuan modal dari Pemkab Rembang hanya 8 ribuan orang. Masing-masing akan menerima suntikan modal Rp 2,4 Juta, agar mereka bisa bangkit lagi.

“Karena sekarang UMKM klenger (pingsan-Red), jadi harus didukung. Mereka akan kita kasih modal. Sayangnya pemerintah belum mampu menjamah semua UMKM. Jadi dicek satu per satu, dari situ ketahuan mana yang sangat perlu modal, “ terangnya.

Ketika talk show, Hafidz juga menerima keluhan seputar pembelajaran daring (online) yang membuat pengeluaran masyarakat meningkat, akibat membeli kuota internet.

“Saya ke desa-desa menampung semua keluhan. Kalau wong tani per Minggu harus beli Rp 30 – 50 ribu untuk beli kuota, ya jelas keberatan, “ imbuh Hafidz.

Imbas lain, waktu orang tua menjadi tersita, karena harus menunggu anak-anaknya belajar. Apalagi jika orang tua ternyata tidak memahami materi pelajaran, kondisinya pasti akan lebih parah.

“Ketika anak nggak tahu, kemudian tanya sama bapak ibunya, lha orang tuanya longa-longo nggak paham, anaknya akan bilang oh jebule bapak ku goblok. Lhah, keluhan-keluhan seperti ini yang saya tampung, untuk menentukan kebijakan, “ tandasnya.

Menurut Hafidz, per Minggu malam 50 an orang di Kabupaten Rembang masih terpapar Covid-19, rinciannya 15 orang isolasi mandiri dan 35 orang menjalani perawatan di rumah sakit. Berdasarkan perhitungan, dalam rentang waktu 1 – 2 Minggu kedepan, trend Covid-19 akan semakin menurun. Kalau prediksi ini tepat, proses pembelajaran tatap muka di sekolah akan segera dimulai.

Sekarang, Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga masih merancang konsep pembelajaran tatap muka, dengan tetap mengacu standar protokol kesehatan.

“Saat ini Kabupaten Rembang masuk zona kuning, pak Menteri Pendidikan menyampaikan kalau zona kuning, boleh pembelajaran tatap muka. Dinas Pendidikan sudah saya perintahkan untuk merancang, sambil melihat perkembangan Covid-19 di Kabupaten Rembang. Masih tahap kajian, “ tutur Hafidz.

Lebih lanjut Bupati yang berusia 58 tahun ini menimpali vaksin Covid-19 masih proses uji. Maka untuk menangkal penyebaran, kebiasaan memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan, harus selalu dijalankan.

“Kabar yang saya ikuti, vaksin mulai diproduksi pertengahan tahun ini. Saya ibaratkan kendaraan, ada rem dan gas, keduanya harus berimbang. Satu sisi aktivitas tetap beralan, tapi di sisi lain kita cegah penularan Covid-19, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *