Pemadaman Sempat Dinyatakan Selesai, Yukk Kita Tengok Apa Yang Dilakukan Tetangga Kanan Kiri Toko Mebel Tunggal Jaya
Rumah dan toko emas Bintang di sebelah selatan Toko Mebel Tunggal Jaya selamat dari amukan api. (Foto atas) Hasil jepretan drone TKP kebakaran, sebelum api dipadamkan. (The infinity Space Rembang).
Rumah dan toko emas Bintang di sebelah selatan Toko Mebel Tunggal Jaya selamat dari amukan api. (Foto atas) Hasil jepretan drone TKP kebakaran, sebelum api dipadamkan. (The infinity Space Rembang).

Rembang – Di tengah kebakaran besar yang melanda Toko Mebel Tunggal Jaya Jl. Kartini Rembang, sampai Kamis siang (06 Agustus 2020), ada 1 rumah di sebelah selatan Toko Mebel Tunggal Jaya yang selamat.

Rumah sekaligus merangkap toko emas Bintang tersebut ditempati Stefanus Hendri sekeluarga.

Hendri menceritakan rumahnya bagian belakang memang berhimpitan dengan area yang terbakar. Karena kebetulan ada tembok tinggi, sehingga api tidak sampai menjalar. Hanya saja di dalam rumahnya merasakan hawa panas sekali. Bahkan sempat terdapat kayu bangunan yang terbakar, namun langsung diatasi oleh petugas pemadam kebakaran.

“Ibaratnya terjadi induksi, ada sedikit kayu yang terbakar. Tapi langsung bisa dipadamkan, “ ujarnya kepada Reporter R2B.

Hendri menambahkan ia dan keluarganya tidak sampai mengungsi. Mereka memilih siaga di dalam rumah, untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran susulan.

“Kita waspada di rumah, terutama bagian belakang. Misalnya panas sekali, ya kita siram air, “ imbuh Hendri.

Seorang warga yang tokonya di sebelah utara Toko Mebel Tunggal Jaya, terlihat berdo’a di lantai atas, Kamis pagi (06/08).
Seorang warga yang tokonya di sebelah utara Toko Mebel Tunggal Jaya, terlihat berdo’a di lantai atas, Kamis pagi (06/08).

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Dan Pemadam Kebakaran Satpol PP, Wiyoto menyatakan kebutuhan air untuk memadamkan api dalam kebakaran di Toko Mebel Tunggal Jaya sangat banyak. Perkiraan lebih dari 100 tangki.

Guna memastikan kecukupan air, truk penyuplai hilir mudik dari TKP menuju instalasi pengolahan air PDAM di Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori. Jarak Gunungsari – Rembang agak jauh, sehingga kondisi tersebut juga berdampak terhadap proses pemadaman.

“Begitu pasokan air telat, semprotan petugas Damkar di TKP ada komanya. Nggak bisa langsung. Soalnya api sebesar itu, ada jeda sebentar saja, api besar lagi. Jadi bantuan truk-truk penyuplai dari berbagai pihak, sangat membantu kami, “ tuturnya.

Wiyoto menimpali proses pemadaman akhirnya dinyatakan selesai sekira pukul 11.30 Wib atau membutuhkan waktu selama 24 jam, terhitung sejak Rabu siang.

“Tadi ada 1 tangki yang bolak balik sampai 15 kali, 20 kali. Jumlah nya berapa, sulit kita hitung. Tapi prediksi lebih dari 100 tangki. Bisa jadi ini kebakaran terbesar kedua, setelah Pasar Rembang dulu, “ bebernya.

Usai petugas Damkar kembali ke posko pemadam di Jl. Pemuda Rembang, tak berselang lama muncul laporan ada sumber api lagi di dalam toko mebel Tunggal Jaya. Petugas Damkar akhirnya kembali ke TKP, untuk memadamkan api sampai pukul 16.40 Wib. Pukul 17.00 Wib diinformasikan muncul api untuk kesekian kali, sehingga petugas Damkar datang untuk melanjutkan pemadaman. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *