Di Rumah Tinggal Sendiri, Pergi Memancing Berujung Maut
Suasana proses pencarian di Sungai Bagan Lasem. (Foto atas) Jenazah korban dievakuasi oleh petugas tim gabungan, Sabtu malam.
Suasana proses pencarian di Sungai Bagan Lasem. (Foto atas) Jenazah korban dievakuasi oleh petugas tim gabungan, Sabtu malam.

Lasem – Seorang warga meninggal dunia, saat memancing ikan di Sungai Bagan Kecamatan Lasem, Sabtu (01/08) sekira pukul 19.30 Wib.

Korban adalah Sugondo (58 tahun), warga Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem. Kali pertama masyarakat sekitar mengetahui kejadian tersebut sekira pukul 20.00 Wib, setelah memergoki sepeda dan sandal jepit milik Sugondo di pinggir sungai.

Muncul dugaan korban terpeleset jatuh ke sungai. Namun karena tidak bisa berenang, akhirnya tenggelam. Warga langsung melaporkan peristiwa itu kepada pihak desa dan dilanjutkan dengan pencarian bersama-sama relawan, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), penyelam Dishub dan aparat terkait.

Seorang penyelam dari Dishub yang ikut melakukan pencarian, Minan Rahman mengatakan kondisi air surut, namun sungai mengalami pasang akibat kiriman air laut. Kedalaman berkisar antara 1 – 2 Meter. Tim gabungan memfokuskan pencarian di tumpukan ranting-ranting pohon yang memenuhi aliran sungai. Ternyata benar, posisi korban tersangkut di ranting-ranting tersebut.

“Jadi di situ ada aliran sungai yang tertutup tumpukan ranting dan sampah. Semula terlihat kakinya, kemudian ranting dan sampah kita singkirkan. Setelah itu korban baru dievakuasi, “ kata Minan.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Rembang, Pramujo mengatakan proses pencarian dimulai pukul 20.30 Wib, korban baru ditemukan sekira pukul 22.45 Wib.

“Saat ditemukan, kondisi korban tenggelam sudah meninggal dunia, “ ungkapnya.

Selanjutnya jenazah diperiksa oleh tim medis. Disimpulkan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Setelah itu jenazah diserahkan kepada kerabatnya, untuk dimakamkan. Jenazah dimakamkan Minggu siang ini (02 Agustus 2020) di pemakaman umum Desa Gedongmuyo.

Kepala Desa Gedongmulyo, Budi Hartanto mengungkapkan almarhum sehari-hari berprofesi sebagai penjual mainan ke sekolah-sekolah.

“Pak Gondo di rumah hidup sendirian. Sudah lama pisah dengan sang isteri, anaknya 1 juga sudah berkeluarga. Untuk mengisi waktu luang, beliaunya ini pergi memancing. Tak mengira akan berakhir seperti ini, “ jelasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *