Salurkan Beras 10 Ton Lebih, Polres Rembang Bangun Ikatan Batin
Pihak Bulog menyerahkan bantuan beras secara simbolis kepada Kapolres Rembang, AKBP Dolly A. Primanto, Selasa pagi (09 Juni 2020).
Pihak Bulog menyerahkan bantuan beras secara simbolis kepada Kapolres Rembang, AKBP Dolly A. Primanto, Selasa pagi (09 Juni 2020).

Rembang – Polres Rembang, Selasa pagi (09 Juni 2020) menerima bantuan beras dari 2 sumber, yang selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak Covid-19, terutama di lingkungan sekitar markas kepolisian.

Kapolres Rembang, AKBP Dolly A. Primanto menjelaskan bantuan beras berasal dari Mabes Polri melalui Bulog sebanyak 10 ton, kemudian dari Polda Jawa Tengah berjumlah 250 Kg, masing-masing sudah dikemas per 5 Kg.

Tumpukan beras di halaman Mapolres Rembang ini kemudian disalurkan kepada semua Polsek di 14 kecamatan, untuk dibagikan kepada masyarakat. Ia berharap dapat mempererat tali silaturahmi, sekaligus meringankan beban warga di tengah pandemi Covid-19.

“Jadi setiap Polsek rata-rata menerima 700 Kg beras. Siapa saja penerimanya, Polsek yang mengetahui. Tapi kami tegaskan kualitas beras dari kepolisian, yang terbaik untuk masyarakat, “ kata Kapolres.

Dalam kesempatan itu, perwakilan dari Polda Jawa Tengah, AKBP Syarif Rahman turut hadir ke Mapolres Rembang. Ia menyampaikan pesan dari Kapolda bahwa penerima beras diprioritaskan bagi warga terdampak Covid-19 di sekitar Polsek, Polres maupun pos polisi. Tujuannya, untuk membangun ikatan batin antara polisi dengan masyarakat.

“Kita sadari atau tidak, selaku anggota Polri dari tindakan-tindakan kita yang mungkin menyakiti hati mereka. Nah, pimpinan Polri mengajak kita semua untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Jangan memandang berasnya cuman segini, tapi sekali lagi kita sedang membangun hubungan emosional, “ tandasnya.

Usai penyerahan secara simbolis, beras langsung diangkut menggunakan mobil Polsek, guna diteruskan kepada warga. Sebelum bakti sosial ini, pihak Polres Rembang juga sudah membagikan beras kepada masyarakat hampir 10 ton, di tengah masa pandemi Covid-19. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *