Kondisi Covid-19, Bupati Ungkap WARNA Kab. Rembang Saat Ini Dalam Hitungan Angka
Mobil Damkar menyemprotkan disinfektan di ruas jalan kawasan bundaran Pasar Rembang, belum lama ini. Hari Sabtu (06/06) penyemprotan semacam ini masih terus berlanjut di ruas jalan lain.
Mobil Damkar menyemprotkan disinfektan di ruas jalan kawasan bundaran Pasar Rembang, belum lama ini. Hari Sabtu (06/06) penyemprotan semacam ini masih terus berlanjut di ruas jalan lain.

Rembang – Kabupaten Rembang saat ini mengantongi nilai 375 poin, setelah dihitung dari berbagai variabel kondisi penyebaran Covid-19. Dengan nilai tersebut, Kabupaten Rembang masih kategori zona kuning. Untuk menuju zona hijau, butuh nilai minimal 400 poin.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan status wilayahnya saat ini kuning mendekati hijau. Begitu 1 pasien positif Covid-19 sembuh, maka bisa masuk zona hijau. Saat ini kebetulan masih ada 2 orang pasien Covid-19 menjalani perawatan di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang.

“Yang positif berkurang 1 saja, kita sudah hijau. Semua ada hitung-hitungannya, “ kata Bupati, Jum’at malam (05/06).

Kalau pun nanti sudah zona hijau, menurut Bupati tidak serta merta pihaknya akan mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB). Alasan utamanya, daerah tetangga Kabupaten Rembang masih zona merah.

“Kabupaten Blora sampai puluhan, kemudian Tuban, Bojonegoro merah berat. Yang agak ringan Rembang sama Pati. Kudus juga masih tinggi. Kalau lihat seperti itu kan ngeri mas, “ imbuhnya.

Hafidz menimpali ia baru saja mengeluarkan surat edaran untuk pencegahan Covid-19, khusus di kawasan pondok pesantren, mengingat saat ini santri sudah mulai masuk.

Bagi santri dari zona merah, harus membawa surat keterangan bebas Covid-19. Begitu masuk Kabupaten Rembang, santri dari zona merah ini juga wajib menjalani rapid tes. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Rembang sudah mulai dikerahkan ke pondok pesantren.

“Jadi santri dari zona merah kita terapkan seperti itu. Tim Gugus Tugas juga mulai stand bye di pondok pesantren. Hari Jum’at kemarin dimulai dari pondok pesantren MUS Sarang, yang kebetulan mereka langsung berkoordinasi dengan kami, “ kata Bupati.

Menurut Hafidz, anggaran rapid tes di Kabupaten Rembang cukup tinggi, yakni mencapai Rp 600 an Juta. Apalagi Kabupaten Rembang juga memperoleh bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sehingga diperkirakan mencukupi sebagai bentuk pencegahan.

“Kan nggak semua santri yang masuk sini dirapid tes. Hanya dari zona merah saja, misalnya DKI Jakarta, Jawa Barat kemudian Jawa Timur. Rapid tes yang ada, belum begitu banyak terpakai. Kemarin yang bantuan Provinsi Jateng 130, salah satunya dipakai untuk rapid di Pasar Rembang, “ tandasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *