Breaking News : Pantura Kaliori Diperketat, Banyak Mobil Diduga Pemudik Harus Putar Balik
Kapolres Rembang, AKBP Dolly A. Primanto meminta pengguna mobil pribadi putar balik. (Foto atas) Suasana penyekatan kendaraan yang masuk wilayah Kaliori, Kabupaten Rembang, Kamis malam (21/05).
Kapolres Rembang, AKBP Dolly A. Primanto meminta pengguna mobil pribadi putar balik, karena dicurigai sebagai pemudik. (Foto atas) Suasana penyekatan kendaraan yang masuk wilayah Kaliori, Kabupaten Rembang, Kamis malam (21/05).

Kaliori – Aparat kepolisian di Rembang sudah memutar balik 1.440 unit kendaraan, yang diduga kuat sebagai pemudik. Paling banyak adalah mobil pribadi.

Kapolres Rembang, AKBP Dolly A. Primanto menjelaskan angka tersebut dihitung sejak tanggal 24 April sampai 21 Mei 2020. Menurutnya, jumlah itu kemungkinan besar akan terus bertambah.

Apalagi pada Kamis malam (21/05), saat ia bersama Komandan Kodim dan Wakil Bupati Rembang turun ke pos Operasi Ketupat Candi jalur Pantura Kaliori, juga memutar balik sejumlah mobil berplat nomor Jakarta dan Cirebon, Jawa Barat, diduga berisi pemudik.

Solusi Keluhan Lambung

Kapolres mengakui mereka rata-rata beralasan akan keluar daerah untuk kerja. Tapi ternyata di dalam mobil mengajak serta keluarga, bahkan barang bawaannya sampai over load. Pihaknya kemudian mengarahkan langsung putar balik, seraya menyampaikan himbauan agar masyarakat menunda mudik, demi kebaikan bersama untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Kita terus lakukan penyekatan kendaraan. Kamis malam, kita minta putar balik lagi sejumlah kendaraan. Salah satunya ada yang mau ke Surabaya. Mohon tunda mudik dulu, saling menjaga untuk Indonesia, “ kata Kapolres.

Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto mengungkapkan meski masuk Kabupaten Rembang diperketat, namun tetap saja ada pemudik lolos. Maka perlu kerja sama dengan petugas pos dari daerah lain, terutama pos Kabupaten Pati yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Rembang, untuk sama-sama memperketat. Selain itu, jika tetap lolos, peran pemerintah desa menjadi penting. Begitu ada yang tiba mudik, perlu diisolasi secara mandiri.

“Peran desa menjadi penting, untuk menangani pemudik yang datang dari luar daerah, “ ungkapnya.

Bayu menyebut di rumah sakit umum daerah (RSUD) R. Soetrasno Rembang, sampai Kamis malam, ada 11 orang pasien dalam pengawasan (PDP). Rinciannya, 7 warga Kabupaten Rembang, 2 dari Blora, 1 dari Demak dan 1 dari Surabaya.

“Mereka sudah dites, tinggal nunggu hasilnya saja. Rumah sakit Rembang kebetulan juga merawat PDP dari luar daerah, “ imbuh Bayu.

Sementara itu, seorang pengguna jalan asal Kabupaten Blora, Sofi Amnan mengaku tidak masalah, mobilnya dihentikan di pos Kaliori. Ia menyadari langkah tersebut sebagai bentuk antisipasi yang harus didukung masyarakat.

“Apalagi Blora sendiri masih zona merah. Kami tadi dari Blora ke Pati, lha ini mau pulang ke Blora lagi, “ tutur Sofi.

Tak hanya dihentikan, pengguna jalan juga melewati pemeriksaan suhu tubuh dan pendataan identitas oleh petugas medis yang siaga di pos pencegahan Covid-19. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *