Merinding Dengernya, “Andai Saja Bisa, Mending Nyawa Saya Jadi Gantinya…”
Jenazah Rizal Abdul Aziz diiring menuju makam. (Foto atas) Kakek korban menata makam cucunya, Jum’at pagi (15 Mei 2020).
Jenazah Rizal Abdul Aziz diiring menuju makam. (Foto atas) Kakek korban menata makam cucunya, Jum’at pagi (15 Mei 2020).

Kaliori – Syafii, pria berusia 57 tahun, warga Desa Kuangsan Kecamatan Kaliori ini tatapan matanya kosong. Ia duduk termangu di samping makam cucunya, Rizal Abdul Aziz yang masih basah.

Suara-suara obrolan puluhan warga yang mengitari makam, seperti tak dihiraukan. Syafii bangkit berdiri, kemudian merapikan ceceran tanah dan nisan makam cucu kesayangannya itu, sambil memendam kesedihan mendalam.

Yah..Rizal Abdul Aziz, yang akrab disapa Aziz, bocah 12 tahun tersebut meninggal dunia, akibat tenggelam di embung desa setempat, Kamis sore (14/05). Sang kakek, Syafii mengaku tiga hari sebelumnya sempat bermimpi mencangkul tanah di pinggir kuburan.

Sama sekali ia tidak mengira, ternyata mimpi itu bagian dari firasat cucunya yang dikenal sebagai anak pendiam ini berpulang untuk selamanya.

“Aku ngimpi macul pinggir kuburan, nggeh namung niku. Boten ngiro, lha wong boten wonten keluarga ingkang sakit, (Saya mimpi mencangkul pinggir makam, hanya itu. Tidak mengira, karena nggak ada keluarga yang sakit,-Red), “ kata Syafii lirih.

Menurut rencana, sehabis Lebaran Rizal Abdul Aziz akan disunat. Umumnya di desa, ketika anak menginjak lulus SD disunat, sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan SMP. Bahkan orang tuanya sudah “nyicil” menata rumah, guna melangsungkan hajat sunatan.

“Dandani omah sik, bakdo bodo nyuwun sunat. Putune kulo niku sekolahe, ngajine pinter. Nggawe pernak pernik wonten omah, nggeh ndamel piyambak mas, “ imbuhnya.

Syafii menambahkan andai saja bisa, lebih baik nyawanya yang dicabut dulu, ketimbang nyawa cucunya. Ia menganggap Rizal Abdul Aziz masih memiliki masa depan yang panjang.

“Ibarate yen iso nggo ijol, nggo nebus nyowo putuku, umpomo kok iso, aluwung nyawaku sing dijupuk dhisik. Tapi yo piye mas, sing kuoso wis nggariske ngono. (Ibaratnya kalau bisa ditukar, untuk menebus nyawa cucuku, seumpama bisa mending nyawa saya yang diambil dulu. Tapi mau bagaimana lagi, yang kuasa sudah menggariskan begitu,-Red), “ ungkapnya dengan nafas tersengal.

Jenazah Rizal Abdul Aziz dimakamkan di samping makam kakak perempuannya di pemakaman umum Desa Kuangsan Kecamatan Kaliori, Jum’at pagi (15 Mei 2020). Aziz masih punya 1 adik.

Korban lain yang tenggelam di embung, Fadil Catur Saputra (07 tahun) juga dimakamkan tak jauh dari pusara makam Aziz. Keduanya masih memiliki hubungan kekerabatan dan kebetulan tempat tinggalnya masih lingkup satu RT. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *