Digrebek, Aksi Balapan Liar Antar Geng G-Tec Dan Squat Blar-Blar
Anggota Polsek Sedan mendatangi sebuah bengkel, untuk mengamankan sepeda motor. (Foto atas) 6 remaja beserta dua unit motor dari dua geng berbeda, berada di Mapolsek Sedan, Senin (20/04).
Anggota Polsek Sedan mendatangi sebuah bengkel, untuk mengamankan sepeda motor. (Foto atas) 6 remaja beserta dua unit motor dari dua geng berbeda, berada di Mapolsek Sedan, Senin (20/04).

Sedan – Aparat Polsek Sedan, hari Senin (20 April 2020) mengamankan 6 orang remaja yang diduga terlibat dalam aksi balapan liar antar kelompok geng G-Tec Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan dan kelompok Squat Blar-Blar Desa Mojosari Kecamatan Sedan.

Turut diamankan pula 2 unit sepeda motor prethelan yang dipakai untuk adu kecepatan di jalan raya antara Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan, menuju arah Pandangan Kragan.

Kapolsek Sedan, Iptu Rohmat menjelaskan pihaknya menerima keluhan masyarakat, mengenai aksi balapan liar antar geng di jalur Sedan – Pandangan. Saat melakukan penyelidikan Minggu sore (19/04), kedua kelompok tersebut melakukan aksi balapan liar. Begitu mobil patroli Polsek Sedan datang, mereka langsung membubarkan diri. Malam harinya pindah ke jalur lain di Desa Sendangwaru Kecamatan Kragan dan belum berhasil digrebek.

“Balap liar terjadi, karena dari kelompok G-Tec Gandrirojo menantang kelompok Squat Blar-Blar Desa Mojosari. Waktu sore hari, ramai sekali. Tapi saat balapan yang malam hari batal, karena motor dari kelompok Gandrirojo rusak, “ kata Kapolsek.

Iptu Rohmat menambahkan Senin pagi pihaknya melanjutkan penyisiran ke bengkel Desa Gandrirojo dan Mojosari, yang diduga menjadi lokasi persembunyian sepeda motor untuk balapan liar. 2 motor diamankan dari masing-masing kelompok, semua jenis Suzuki Satria FU 150. Sedangkan 6 remaja yang diamankan, berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Sedan.

“Perannya ada ketua kelompok, kemudian mekanik motor, saksi yang melihat balapan maupun pemilik sepeda motor. Jadi setiap kelompok punya jagoan motor. Kita masih dalami, dipakai untuk ajang taruhan atau tidak, “ imbuhnya.

Menurut Kapolsek, untuk 2 unit sepeda motor diamankan sebagai barang bukti. Sementara 6 remaja tersebut menjalani pembinaan. Mereka menandatangani surat pernyataan, tidak akan mengulangi perbuatan main balapan liar. Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, aksi tersebut juga mengundang kerumunan massa yang dilarang pada masa pandemi corona ini. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *