Pria Depresi Ingin Loncat Dari Lantai II, Penyelamatan Berlangsung Dramatis
Anggota polisi yang terjatuh saat melakukan upaya penyelamatan. (Foto atas) Pria diduga depresi naik ke atap lantai II Kafe Delicious, Rabu malam.
Anggota polisi yang terjatuh saat melakukan upaya penyelamatan. (Foto atas) Pria diduga depresi naik ke atap lantai II Kafe Delicious, Rabu malam.

Rembang – Seorang pria nekat memanjat atap bangunan Kafe Delicious di Jl. HOS Cokroaminoto sebelah selatan Alun-Alun Rembang, Rabu malam (15/04) sekira pukul 22.45 Wib. Pria yang diduga mengalami depresi tersebut berteriak-teriak dan sempat ingin meloncat dari ketinggian hampir 10 Meter.

Pria bernama Amin, usia sekira 30 an tahun, warga Desa Tengger, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban – Jawa Timur ini, tidak diketahui pasti bagaimana ceritanya tiba-tiba berada di atas atap bangunan lantai II kafe Delicious. Selain mengumandangkan adzan dan bertutur kata dengan bahasa Arab, Amin juga melontarkan kata-kata bernada menantang. Namun tidak jelas siapa yang dituju.

Kapolsek Rembang Kota, AKP Didik Dwi Susanto menjelaskan setelah menerima laporan, pihaknya langsung turun ke lokasi. Saat itu keadaan terfokus pada pria di atas atap, supaya jangan sampai meloncat. Salah satu anggotanya, Brigadir Adi naik ke atas meja sambil membawa lampu sorot, terus membujuk yang bersangkutan.

Mendadak meja tersebut ambrol, mengakibatkan Brigadir Adi terjatuh dan mengalami patah lengan kiri. Ia langsung dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. R. Soetrasno Rembang. Hari Kamis (16 April 2020) sudah selesai menjalani operasi tulang.

“Anggota saya kan merayu agar pria di atas agar mau turun baik-baik. Konsentrasi penuh waktu itu, nggak tahunya mejanya malah ambrol. Anggota saya mengalami patah lengan kiri, langsung kita bawa ke rumah sakit. Kondisinya sadar penuh, “ kata Kapolsek.

AKP Didik Dwi Susanto menambahkan khusus pria yang diduga depresi, akhirnya mau turun dari atap kafe, tanpa mengalami cedera. Setelah itu dibawa ke Panti Rehabilitasi, bekerja sama dengan Dinas Sosial setempat.

“Kita antar ke panti orang terlantar. Untuk identitas belum bisa kita pastikan. Tapi info sementara dari Desa Tengger, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, “ imbuhnya.

Peristiwa penyelamatan yang berlangsung dramatis dan memakan korban dari anggota kepolisian ini sempat menyedot perhatian masyarakat sekitar. Bahkan sejumlah pengguna jalan yang melintas di Jl. HOS. Cokroaminoto memilih berhenti, ingin melihat dari dekat. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *