4 Posko Covid-19 Beroperasi, Masalah Ini Yang Jadi Perhatian Bupati
Petugas gabungan menghentikan bus di depan posko pemeriksaan terpadu Covid-19 perbatasan Rembang – Blora. (Foto atas) Bupati Rembang, Abdul Hafidz diperiksa suhu badannya oleh petugas posko, Kamis (16/04).
Petugas gabungan menghentikan bus di depan posko pemeriksaan terpadu Covid-19 perbatasan Rembang – Blora. (Foto atas) Bupati Rembang, Abdul Hafidz diperiksa suhu badannya oleh petugas posko, Kamis (16/04).

Rembang – Setelah menetapkan kejadian luar biasa (KLB) Covid-19, Pemerintah Kabupaten Rembang mendirikan 4 posko pemeriksaan terpadu di titik perbatasan antar kabupaten. Namun posko tersebut masih kekurangan rapid test, sehingga penggunaan rapid test yang tersedia harus benar-benar selektif.

4 posko pemeriksan terpadu Covid-19 yang didirikan oleh Pemkab Rembang tersebar di jalur Pantura titik perbatasan dengan Kabupaten Pati, kemudian Kecamatan Bulu perbatasan dengan Kabupaten Blora dan dua lokasi lain di jalur Pantura Sarang dan Kecamatan Sale yang berbatasan dengan Kabupaten Tuban – Jawa Timur.

Saat Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengecek posko di perbatasan Kabupaten Rembang – Blora depan Wana Wisata Mantingan Kecamatan Bulu, Kamis pagi (16 April 2020) menemukan kendala kekurangan rapid test. Padahal rapid test sangat diperlukan untuk mengetahui secara cepat kemungkinan seseorang terpapar virus Covid-19. Karena masih kurang, sejumlah kalangan ikut membantu. Salah satunya datang dari Bank Jateng yang menggelontorkan dana Rp 50 Juta, untuk pengadaan rapid test.

Bantuan diserahkan oleh pimpinan kantor Bank Jateng Cabang Rembang, Aqum Salimi kepada Bupati Rembang, Abdul Hafidz di posko pemeriksan terpadu Covid-19 Kecamatan Bulu. Abdul Hafidz menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut.

“Rapid test ini kan langka, jadi kami terima kasih ada bantuan dari Bank jateng. Meski nggak banyak, namun akan kita sebar ke 4 posko, “ kata Bupati.

Hafidz menambahkan Pemkab Rembang sendiri mengalokasikan anggaran Rp 600 Juta, guna menambah jumlah rapid test. Namun saat ini masih menunggu pengiriman barang.

“Kalau datang dari luar daerah kok mengalami gejala mencurigakan, baru dirapid test. Ini kami sudah order, tinggal nunggu saja barangnya sampai, “ imbuhnya.

Di posko lintas perbatasan ini, para pengguna jalan dihentikan dan menjalani pemeriksaan suhu badan. Apabila diketahui ada warga dengan suhu badan 38 derajat celsius atau lebih, baru dirapid test.

Upaya semacam ini mendapatkan dukungan masyarakat, untuk menekan penyebaran virus Covid-19. Apalagi di Kabupaten Rembang sudah ada 3 kasus positif.

Heru Kristanto, salah satu pengendara sepeda motor mengaku tidak masalah perjalanannya terhenti, karena harus masuk posko terlebih dahulu.

“Saya dari Blora mau ke Rembang mas. Dihentikan nggak apa-apa, malah seneng, bisa diukur suhu badan. Soalnya saya nggak punya alatnya. Kalau normal kan ya lega, “ kata Heru.

Perbatasan Rembang – Blora termasuk jalur penting dalam antisipasi Covid-19, karena menjadi perlintasan warga dari berbagai daerah. Bahkan sejak posko dibuka Kamis pagi, banyak sekali ditemukan para pekerja dari Bali yang pulang mudik menggunakan armada bus. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *