Rekomendasi Bakal Calon Untuk Rembang Belum Turun, Ketua DPC PDI P Ungkap Penyebabnya
Penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang dibuka DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rembang.
Penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang dibuka DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rembang.

Rembang – Belum turunnya rekomendasi untuk bakal calon yang akan maju dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rembang dari DPP PDI Perjuangan, disinyalir salah satunya karena dinamika politik di Kabupaten Rembang masih serba belum jelas. Padahal bakal calon di daerah lain, termasuk Kabupaten Blora sudah mengantongi rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan.

Ketua Dewan Pengurus Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Rembang, Ridwan, Jum’at siang (21 Februari 2020) menjelaskan rekomendasi untuk bakal calon di Kabupaten Rembang akan turun pada tahap ke 2, perkiraan akhir Februari atau awal bulan Maret mendatang. Menurutnya, hal itu bukanlah sesuatu yang aneh atau istimewa, karena dari sekian ratus daerah yang akan menggear Pilkada tahun 2020 ini, DPP PDI Perjuangan baru mengeluarkan rekomendasi kepada hampir 50 daerah.

“Rembang nggak sendiri, masih banyak kok yang belum, Solo, Manado, belum. Saya kira biasa-biasa saja, karena rekomendasi kan bertahap, “ terangnya.

Ridwan mengakui rekomendasi bakal calon di Kabupaten Rembang belum turun, karena peta politik masih simpang siur. PDI Perjuangan sendiri tetap bertekad ingin mengajukan bakal calon dari kader internal banteng moncong putih. Selain merupakan aspirasi kader di tingkat bawah, ketentuan tersebut juga sudah menjadi standar operasional prosedur (SOP) Pilkada yang telah ditetapkan partai.

“Karena belum cetho petanya, antara siapa sama siapa, siapa kemana, hanya itu saja. Kita tetap ingin mengajukan kader sendiri. Paling nggak, punya teman kan enak. Aspirasinya kuat minta dari internal, “ tandasnya.

Menyangkut spekulasi sejumlah pengamat akan muncul duet Bupati incumbent Abdul Hafidz dengan Arifin, pengusaha dari Desa Krikilan Kecamatan Sumber, mendapatkan restu DPP PDI Perjuangan, Ridwan menegaskan Arifin bukan kader PDI Perjuangan. Padahal partai sudah jelas menggariskan akan memprioritaskan kader sendiri.

“Urusan duet Hafidz – Arifin monggo, tapi yang jelas Arifin nggak kader PDI P. Yang daftar di DPC, kalau kader ya pak Sidik, kemudian yang daftar ke DPD Jawa Tengah, mas Widodo. Kalau mas Arifin dan mas Eko Sugeng Waluyo kan daftar di DPD, kemudian langsung nyeberang ke PPP, “ pungkas Ridwan.

PDI Perjuangan saat ini mempunyai 6 kursi DPRD Rembang. Partai tersebut mengincar posisi Wakil Bupati dan harus berkoalisi dengan partai politik lain, jika ingin mengusung pasangan calon pada Pilkada 23 September 2020.

Beberapa waktu lalu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rembang, Widodo sudah mendaftar melalui DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah, untuk posisi Wakil Bupati. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *