2020 Wajah Kota Masih Lemah, Bupati Ungkap Salah Satu Kuncinya
Pintu utama Pasar Rembang.
Pintu utama Pasar Rembang.

Rembang – Anggapan sejumlah kalangan bahwa tata Kota Rembang masih lemah, ditanggapi Bupati Rembang, Abdul Hafidz. Menurutnya, salah satu kunci Rembang akan terlihat kotanya, apabila Pasar Rembang dipindah.

Abdul Hafidz mengungkapkan masalah itu sudah melalui kajian dari tim khusus yang terlibat dalam penataan kota kedepan. Jika Pasar Rembang dipindah, kemudian bekas lahannya dialihfungsikan seperti kawasan Malioboro, maka akan menjadi daya ungkit perekonomian, sekaligus memperbarui wajah kota.

“Tim saya bilang, Rembang ketok kotane, kuncinya pasar kudu dipindah. Sekarang orang tanya, Rembang kotanya mana, gak ngerti. Kalau nanti dipindah, lahannya dipakai seperti Malioboro mini, sing mewah-mewah di situ, ada UMKM, untuk pameran, luar biasa nanti, “ ujar Bupati.

Solusi Keluhan Lambung

Meski sekarang masih ditolak oleh sebagian pedagang, tapi ia optimis suatu saat nanti akan menerima. Apalagi Pemkab Rembang tidak memungut biaya sepeserpun bagi para pedagang yang menempati pasar baru. Pasar baru juga ditambah kapasitasnya. Dari saat ini menampung 1.600 orang pedagang, kelak menjadi 2.100 pedagang.

“Sayange belum mau dipindah. Tapi saya yakin suatu saat nanti gelem mas. Soale gratis tis. Sing asale manggoni kios entuk kios, asale los manggon ning los, asale lesehan tetep lesehan. Nggak ada mbayar-bayaran, “ terangnya.

Saat menggarap detail engineering desain (DED) pasar baru, menghabiskan anggaran Rp 600 Jutaan. Manakala muncul anggapan bahwan lokasi calon pasar baru di kawasan Kampung Baru Desa Sumberejo, lahannya lebih sempit, Bupati membantah. Di lahan tersebut luasnya hampir 2,5 hektar, sedangkan pasar sekarang hanya 1,4 hektar. Ia sendiri bingung ingin mengajak pada perubahan lebih baik, tapi menuai penolakan.

“Siapa yang bilang sempit, lha wong di sana lebih luas kok. Saat desain kemarin, gambarnya bagus. Bingung saya, di Blora saja pedagang digowo ngalor ngidul ya gak masalah. Di Rembang digeret 200 Meter wae kok ribute ra karuan. Ya ndak apa-apa, inilah masyarakat kita. Nanti saya akan bicara terus, demi kemajuan Rembang, “ pungkasnya.

Sementara itu, Nanang, seorang warga Desa Sumberejo menyarankan sebaiknya Pemkab Rembang melebarkan dulu sejumlah ruas jalan yang menuju Kampung Baru, lahan yang nantinya menjadi pembangunan pasar. Setelah selesai, Pemkab baru menggiatkan sosialisasi kepada pedagang pasar.

“Infrastruktur jalan ditingkatkan dulu, biar masyarakat terutama pedagang juga merasa yakin. Saat ini jalan masih sempit dan lingkungannya diapit permukiman padat penduduk, “ ungkapnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *