Soal Posisi Stasiun Gas, Bupati Sebut 2 Faktor Di Krikilan Kurang Layak
Lokasi untuk pembangunan depo stasiun gas di Dusun Padas Desa Jatihadi Kec. Sumber.
Lokasi untuk pembangunan depo stasiun gas di Dusun Padas Desa Jatihadi Kec. Sumber.

Sumber – Usulan supaya stasiun pengisian gas diletakkan di lahan sebelah timur Pasar Krikilan Kecamatan Sumber, langsung mendapatkan tanggapan dari Bupati Rembang, Abdul Hafidz. Kira-kira memungkinkan tidak, usulan tersebut dipenuhi ?

Abdul Hafidz mengaku mencermati dinamika yang muncul di Desa Krikilan. Ia mengingatkan bahwa sumur gas maupun stasiun kilang gas merupakan obyek vital nasional, yang harus diamankan bersama-sama, antara pemerintah, aparat dan masyarakat.

“Sing ngompori macem-macem. Pokoke kilang gas kudu ning Krikilan. Yen ora, ora usah ono gas-gasan. Ini kan nggak bagus, karena gas sudah menjadi obyek vital yang dibutuhkan secara nasional, “ kata Bupati.

Bupati sudah menerima informasi dari investor PT. Super Energy, kenapa tidak membangun kilang gas di Desa Krikilan, tetapi memilih di Dusun Padas Desa Jatihadi Kecamatan Sumber.

Yang pertama, lahan di sebelah timur Pasar Krikilan tidak sesuai tata ruang untuk sektor industri. Faktor kedua, terdapat tanjakan cukup tinggi di sebelah utara Desa Krikilan, sehingga dikhawatirkan truk-truk besar tidak kuat menanjak, seusai pengisian gas. Menurutnya, kemungkinan terburuk harus dihitung, jangan sampai truk terguling dan meledak, sehingga membahayakan warga sekitar.

“Membangun harus menyesuaikan tata ruang. Yang lahan di timur Pasar Krikilan nggak sesuai tata ruang. Selain secara tekhnis ada tanjakan tinggi antara Krikilan – Kedungtulup. Soalnya yang dibawa gas. Bocor sedikit saja akan berdampak ke masyarakat. Lha yen nganti truk ngguling dan mbledhos, apa jadinya. Mohon masyarakat bisa memahami ini, “ terangnya.

Bupati menambahkan meskipun stasiun gas berada di luar Desa Krikilan, namun investor bertekad untuk tetap memperhatikan Desa Krikilan. Yang penting, imbas dari operasional kilang gas, manfaatnya turut dirasakan warga Krikilan.

“Misalnya dari tenaga kerja, diakomodir. Kemudian tempat kos-kosan pekerja bisa ngekos di sana, “ terang Hafidz.

Sebelumnya, warga Desa Krikilan menghendaki stasiun pengisian gas diletakkan di Desa Krikilan. Mereka menyoroti belum ada sosialisasi di Krikilan, tapi tiba-tiba investor menetapkan tanah di Dusun Padas.

Sadiman “Kacus”, warga Desa Krikilan mengklaim pihaknya sudah menyiapkan lahan milik sekira 10 orang yang ingin diajukan, untuk menjadi lokasi stasiun pengisian gas. Posisinya jauh dari permukiman penduduk.

“Kami ingin depo stasiun gas ini berada di Desa Krikilan. Lha wong kita sudah siapkan lahan, mau diajukan. Tahu-tahu sudah beli di luar Krikilan, “ ungkapnya.

Menurut rencana, investor PT. Super Energy memasang jaringan pipa dari lokasi depo stasiun gas Dusun Padas sebelah selatan jalan, kemudian menyeberang jalan di sebelah utara, menyusuri pinggir jalan, melintasi Desa Kedungtulup dan berakhir di sumur gas Desa Krikilan. Jaraknya sekira 3 kilo meter. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *