Sejumlah Tukang Parkir Tanggapi Kasus Pembakaran, Beberkan Keseharian Korban
Lokasi parkir, tempat dua korban pembakaran bekerja, di sebelah utara Pasar Rembang, Senin (02/12).
Lokasi parkir, tempat dua korban pembakaran bekerja, di sebelah utara Pasar Rembang, Senin (02/12).

Rembang – Sejumlah tukang parkir di Pasar Rembang yang menjadi rekan dari korban pembakaran, menduga motif pelaku bukan terkait masalah parkir, namun lebih mengarah masalah pribadi. Hal itu karena tidak pernah ada gejolak atau pertengkaran, yang menyangkut parkir.

Reporter R2B, Senin siang (02 Desember 2019) mendatangi sebelah utara Pasar Rembang, berdekatan dengan tembok pabrik rokok, yang selama ini menjadi tempat kerja korban pembakaran, Sukarno dan Ivan Agus Setiyarno.

Salah satu tukang parkir teman korban, menceritakan biasanya tukang parkir dibagi dalam dua shif. Shif pagi sampai siang, kemudian dari siang hingga sore hari. Kebetulan Sukarno dan Ivan Agus Setiyarno sering mendapatkan jatah tugas shif siang sampai sore. Pembakaran terjadi setelah mereka selesai bekerja. Jarak antara parkiran utara pasar dengan TKP sekira 300 an Meter.

Menurut tukang parkir yang enggan disebutkan namanya ini, keseharian kedua korban baik-baik saja. Hubungan dengan tukang parkir lain, juga tidak pernah ada masalah.

“Kalau sesama tukang parkir biasa bercanda mas. Nggak ada bersitegang berebut lahan atau rebutan pelanggan. Bener mas, kita baik-baik saja. Saya kira pelaku yang membakar, sudah merencanakan lama, “ ungkapnya.

Hal senada dibeberkan tukang parkir lain, Eka Bagus Setiawan, yang menjadi teman dekat korban. Eka meyakini kasus pembakaran tidak berkaitan dengan parkir, karena dalam rutinitas kerja selama ini tergolong lancar. Yang ia tahu, korban tidak pernah punya masalah dengan rekan-rekannya. Tapi kalau di luar pekerjaan, Eka Bagus tidak mengetahui pasti. Dirinya sebatas berharap kasus itu segera terkuak dan pelaku dapat ditangkap.

“Jujur saja kaget saat lihat informasi dari facebook, kedua rekan saya dibakar. Saya langsung ke lokasi kejadian dan merunut sebelum kejadian. Nggak ada tanda-tanda mencurigakan kok, “ terangnya.

Eka Bagus Setiawan menambahkan ia sudah menjenguk korban di rumah sakit dr. R. Soetrasno Rembang. Namun tidak terlalu banyak menanyakan perihal kejadian pembakaran. Meski korban sadar, tapi masih tampak menahan rasa sakit akibat luka bakar, sehingga dirinya tidak tega kalau harus melontarkan pertanyaan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *