Puluhan Pelajar Dirazia, Masyarakat Yang Melihat Ikut Mengumpat
Puluhan pelajar nongkrong di sebuah angkringan, Rabu (02/10). Mereka kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP.
Puluhan pelajar nongkrong di sebuah angkringan, Rabu (02/10). Mereka kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP.

Rembang – Pergi dari rumah pamitnya bersekolah, tapi siapa sangka, 48 pelajar di Kabupaten Rembang ini justru asyik nongkrong di dalam angkringan, saat jam pelajaran.

Rabu pagi (02 Oktober 2019), petugas Satpol PP Kabupaten Rembang yang menerima laporan masyarakat, langsung bergerak ke sebuah lokasi kongkow para pelajar di Desa Kabongan Kidul, Rembang. Posisinya dari jalan raya agak masuk ke dalam, sehingga tidak terlalu frontal terlihat.

Satpol PP menggandeng aparat Polres Rembang dalam razia gabungan kali ini. Mereka sempat terkejut, karena di dalam satu warung, terdapat sangat banyak pelajar membolos. Saat digiring menuju truk Satpol PP, warga di sekitar lokasi merasa prihatin, menyaksikan pemandangan tersebut. Beberapa diantaranya langsung mengumpat. Mengingat, orang tua sibuk bekerja untuk membiayai sekolah, ternyata anak-anaknya justru menyalahgunakan kepercayaan, dengan asyik ngopi ketika jam pelajaran. Selanjutnya para pelajar dibawa menuju Kantor Satpol PP Kabupaten Rembang, untuk mendapatkan pembinaan.

Kepala Bidang Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat Dan Penegakan Perda Satpol PP, Teguh Maryadi mengatakan tas-tas yang dibawa para pelajar turut diperiksa, guna mendeteksi kemungkinan adanya senjata tajam maupun barang-barang terlarang. Menurut Teguh, razia semacam ini akan terus digiatkan.

“Dasar kami adalah Perda No. 02 tahun 2019. Pada pasal 35 ayat a disebutkan bahwa pemilik usaha dilarang menerima pengunjung pelajar ketika jam sekolah. Mohon yang punya usaha juga kooperatif. Jangan yang penting laku, tapi pelajar bolos didiamkan saja, “ ungkap Teguh.

Mengacu hasil pendataan, pelajar berasal dari sejumlah sekolah. Bahkan diketahui ada pula pelajar SMP. Teguh menambahkan pihak perwakilan sekolah dan orang tua diundang ke kantor Satpol PP, supaya pembinaan lebih efektif. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *