Warga Dan Polisi Beri Penjelasan, Terkait Operasi Lalu Lintas Digeruduk
Anggota Satlantas Polres Rembang menggelar giat operasi di sebelah utara tikungan Dusun Bagel Desa Mondoteko, Rembang, Rabu (11/09).
Anggota Satlantas Polres Rembang menggelar giat operasi di sebelah utara tikungan Dusun Bagel Desa Mondoteko, Rembang, Rabu (11/09).

Rembang – Peristiwa polisi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Rembang digeruduk warga, saat menggelar operasi di jalan raya turut tanah Dusun Bagel, Desa Mondoteko, Rembang menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Termasuk menuai banyak komentar beragam di media sosial.

Kala itu, hari Selasa (10/09), diadakan operasi lalu lintas, masih dalam rangkaian Operasi Patuh Candi. Posisinya di dekat tikungan Dusun Bagel, Desa Mondoteko. Sejumlah pengendara sepeda motor yang akan ke sawah ikut terjaring operasi, karena tidak membawa helm maupun SIM dan STNK. Diduga masyarakat tak terima, operasi diadakan dekat perkampungan desa, belasan warga kemudian nekat mendatangi aparat kepolisian. Mereka meminta operasi dihentikan.

Polisi menghentikan giat operasi, namun pada hari Rabu (11/09) yang merupakan hari terakhir Operasi Patuh Candi, polisi datang lagi menggelar razia di lokasi tersebut.

Aji Murdani, seorang warga Dusun Bagel Desa Mondoteko mengaku ia sendiri sempat mendatangi aparat kepolisian, Rabu (11/09), sekaligus menanyakan apakah tidak melanggar, operasi di dekat tikungan. Ia khawatir rawan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Menurut Aji, tidak masalah polisi mengadakan operasi. Tetapi jangan di titik sekitar tikungan tajam, yang rawan kecelakaan.

“Saya tanya sama pak polisinya ini operasi kok dekat sama tikungan, apa nggak melanggar. Kalau ada yang kecelakaan bagaimana. Pak polisi jawabnya, nanti yang tanggung jawab kita, “ kata Aji.

Aji menambahkan masyarakat ingin berkirim surat kepada Kapolres, untuk audiensi. Ada pihak menyebutkan, saat warga mendatangi polisi, seseorang diduga membawa senjata tajam. Namun informasi yang ia terima, tidak ada kejadian pembawa senjata tajam sampai mengancam polisi.

“Mungkin salah paham. Kalau ada audiensi, kami ingin menyampaikan klarifikasi, sekaligus unek-unek dari tingkat bawah, “ terangnya.

Menanggapi masalah itu, Kepala Unit Registrasi Dan Identifikasi Satlantas Polres Rembang, Iptu Sulkan menyampaikan operasi tidak di tikungan, tetapi berjarak sekira 50 an Meter sebelah utara tikungan Bagel Desa Mondoteko. Ia juga memastikan sudah mengantongi surat perintah dan memasang papan penunjuk adanya operasi.

Kebetulan akses jalan Bagel Mondoteko tidak pernah tersentuh operasi. Begitu ada operasi, kemungkinan masyarakat kaget. Sulkan membenarkan ada warga kedapatan membawa senjata tajam. Setelah diamankan, selanjutnya ditangani petugas Reskrim Polres Rembang. Namun yang bersangkutan diperbolehkan pulang, seusai menjalani pemeriksaan.

“Tidak benar kalau polisi dianggap cari-cari kesalahan pengguna jalan. Kan masih Operasi Patuh Candi, kita sifatnya pemerataan lokasi giat operasi, “ kata Sulkan.

Sulkan menambahkan polisi lalu lintas berhak menggelar operasi kendaraan di jalan raya manapun, termasuk jalan antar desa maupun antar kecamatan.

“Selama masih di jalan raya, polisi lalu lintas bisa mengadakan operasi. Beda lagi kalau ada tindak pidana di dalam rumah, Satlantas nggak berwenang. Itu ranahnya Reskrim, “ imbuhnya.

Meski sempat digeruduk warga, namun menurut Sulkan tidak akan menyurutkan semangat Satlantas untuk menggiatkan operasi. Ia mengingatkan bahwa operasi bertujuan meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas. Jika sudah disiplin, maka diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan.

“Justru kita malah tambah semangat. Monggolah yang kelengkapan kendaraannya kurang, dilengkapi. Semoga kedepan masyarakat semakin sadar. Kalau melanggar ditilang polisi, ya mau menyadari, “ pungkasnya.

Berdasarkan data Satlantas, selama Operasi Patuh Candi antara tanggal 29 Agustus sampai dengan 11 September 2019, polisi menilang 3.698 perkara. Barang bukti yang diamankan, meliputi 591 SIM, 2.996 STNK, 111 unit kendaraan bermotor, sedangkan  untuk teguran sebanyak 2.136. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *