Memprihatinkan, Jumlah Korban Meninggal Dunia Bikin Polisi Geleng-Geleng Kepala
Petugas Satlantas Polres Rembang talk show di Radio R2B Rembang, Kamis (05/09).
Petugas Satlantas Polres Rembang talk show di Radio R2B Rembang, Kamis (05/09). (Foto atas) Kecelakaan lalu lintas, beberapa waktu lalu di jalur Pantura.

Rembang – Berapa kali kecelakaan lalu lintas selama tahun 2019 ini dan berapa pula jumlah korban meninggal dunia ? Setelah mengamati data, ada yang membuat polisi geleng-geleng kepala, karena cukup memprihatinkan.

Kepala Unit Laka Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, Ipda Ryan Mitha Pangesty saat talk show di Radio R2B, Kamis siang (05 September 2019) membeberkan sejak bulan Januari sampai awal September, sudah menangani 342 kasus kecelakaan lalu lintas. Kalau dirata-rata, setiap bulan 10 sampai 15 orang korban meninggal dunia. 60 persen korban diantaranya merupakan warga usia produktif.

“Ini cukup tragis ya, karena mayoritas korban adalah masyarakat usia produktif, termasuk kaum remaja, “ kata Mitha.

Mengenai penyebab kecelakaan, menurutnya terdapat sejumlah faktor. Meliputi kelalaian manusia atau human eror, faktor kendaraan dan faktor kondisi jalan. Tapi jika mengacu data, penyebab paling tinggi adalah kelalaian manusia.

“Contohnya saja berkendara tidak konsentrasi, sambil main HP, kemudian mengantuk tapi nggak berhenti istirahat, “ ujarnya.

Ipda Ryan Mitha Pangesti menambahkan titik rawan kecelakaan lalu lintas paling banyak berada di sepanjang jalur Pantura. Tidak hanya di luar kota Rembang, tetapi wilayah dalam Kota Rembang juga memiliki potensi kerawanan. Area black spot paling sering terjadi kecelakaan yakni di kawasan Kutoharjo atau dekat Alun-Alun Rembang.

“Black spot tahun ini kita tentukan berdasarkan analisa kami sepanjang tahun 2018 kemarin. Yang di Kutoharjo itu lumayan sering, dan beberapa kali korbannya meninggal dunia. Meski nggak langsung meninggal di TKP, “ terangnya.

Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, saat ini Satlantas Polres Rembang menggencarkan Operasi Patuh Candi. Operasi berlangsung dari tanggal 29 Agustus sampai dengan 11 September mendatang. Data terbaru, polisi sudah menindak 1.848 pelanggar. Dengan menggiatkan operasi semacam itu, diharapkan kedisiplinan masyarakat semakin meningkat. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *