Ditanya Penyebab Kebakaran Pasar Sluke, Ini Tanggapan Polisi
Pasar Sluke terbakar, Jum’at dini hari.
Pasar Sluke terbakar, Jum’at dini hari.

Rembang – Kebakaran lagi-lagi terjadi. Kali ini menimpa Pasar Sluke, di pinggir jalur Pantura Semarang – Surabaya, tepatnya di Desa Sluke, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang.

Meski hanya berstatus sebagai pasar desa, namun tempat ini menjadi ladang mengais nafkah bagi ratusan orang pedagang. Kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekira pukul 01.00 Jum’at dini hari (06 September 2019).

Lokasi kebakaran berada di bagian tengah pasar, yang selama ini merupakan tempat berjualan pakaian, bahan kebutuhan pokok, plastik dan buah-buahan. Sejumlah pedagang berjibaku menyelamatkan barang-barang dagangan mereka, ditengah kepulan asap yang sangat pekat.

Banyak pedagang terlambat mengetahui kebakaran tersebut, karena bertempat tinggal cukup jauh dari pasar. Kartini misalnya. Wanita warga Desa Sulang, Kecamatan Sulang ini mengaku sudah 10 tahun berjualan di Pasar Sluke. Dua kios Sembako miliknya tak tersisa, dengan nilai kerugian hampir Rp 50 Juta. Tak ada sama sekali yang bisa diselamatkan.

“Kini tinggal kenangan mas, semua barang dagangan hangus terbakar. Kalau hutang bank sich nggak, cuman kan masih tanggungan dengan sales banyak. Semoga ada jalan terbaik, pemerintah bisa bantu kami, agar bisa berjualan lagi, “ ujar Kartini sambil mengusap air matanya.

Upaya pemadaman kali pertama dilakukan mobil pemadam dari PLTU Sluke, kemudian disusul Damkar Pemkab Rembang sekira pukul 02.00 Jum’at dini hari. Api baru benar-benar bisa dipadamkan 3 jam kemudian, setelah itu dilanjutkan dengan pendinginan. Seorang petugas Damkar, Sarpani menuturkan salah satu kendala adalah banyaknya seng atap bangunan yang berserakan. Seng mesti dibuka satu per satu, agar semprotan air bisa masuk ke sumber api.

“Kita fokus sama di barat dan timur dulu, biar api nggak menjalar. Apalagi yang sebelah timur sana merupakan perumahan warga. Kalau soal air, kebetulan sumber air agak dekat dari lokasi kejadian, jadi nggak masalah, “ bebernya.

Kebakaran Pasar Sluke mengakibatkan kemacetan cukup panjang di jalur Pantura, lantaran sisi jalan sebelah selatan ditutup untuk parkir mobil pemadam. Arus kendaraan dari arah Semarang maupun Surabaya berjalan secara bergantian melalui sistem buka tutup. Kapolsek Sluke, Iptu Sunandar menyatakan penyebab kebakaran belum diketahui. Perlu olah TKP, termasuk mendatangkan Tim Inafis dari Polda Jawa Tengah.

“Soal penyebab belum. Kita nggak bisa berspekulasi, karena harus menunggu penyelidikan selesai. Lokasi akan kita pasangi police line, “ terang Kapolsek.

Pasar Sluke sendiri beberapa tahun lalu sempat akan dipindah. Bahkan tanah relokasi di selatan Pasar Sluke sudah siap. Uang iuran para pedagang sudah terkumpul. Namun muncul kendala tarik ulur dengan pemborong, sehingga sampai saat ini rencana tersebut belum terealisasi. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *