Tantangan Untuk Siswa : “Sudah Lebih Cepat, Ngirit Pula…”
Suasana pembelajaran di SMA N I Rembang, Senin (22/07).
Suasana pembelajaran di SMA N I Rembang, Senin (22/07).

Rembang – SMA N I Rembang mulai tahun ini memberlakukan sistem pendidikan baru, layaknya satuan kredit semester (SKS), mirip yang diterapkan perguruan tinggi. Dengan sistem tersebut, siswa bisa saja lulus paling cepat 2 tahun. Padahal umumnya, kalau sekolah di tingkat SMA sederajat, siswa baru lulus kalau sudah mengenyam pendidikan selama 3 tahun.

Nah..SMA N I Rembang menjadi satu-satunya sekolah di Kabupaten Rembang yang menerapkan sistem SKS. Seperti apa tanggapan siswa, guru maupun pihak sekolah sendiri ?

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA N I Rembang, Lasmin mengatakan pihaknya sering menyebut dengan istilah UKBM atau Unit Kegiatan Belajar Mandiri. Baru kelas X yang disasar metode ini, sedangkan kelas XI dan XII masih memakai sistem lama.

Ia membenarkan nantinya siswa paling cepat 2 tahun bisa lulus dan paling lama 4 tahun. Keaktifan siswa menjadi penentu, karena kalau ingin lulus 2 tahun, maka setiap semester yang umumnya diselesaikan 6 bulan, harus dituntaskan dalam jangka waktu 4 bulan.

“Siswa belajar mandiri di rumah, kalau di sekolah dibimbing sama guru. Ketika sudah siap ulangan, ya langsung menghubungi bapak ibu guru. Misalnya UKBM ini tuntas, dilanjutkan UKBM berikutnya. Begitu terus. Sistem ini sudah ada payung hukumnya, Peraturan Mendikbud, “ terangnya.

Lasmin menambahkan setelah proses pembelajaran kelas X dimulai, sudah banyak siswa yang berminat ingin lulus dua tahun. Umumnya, mereka siswa yang cerdas dari sisi akademik. Selain lebih singkat, siswa pun bisa menghemat biaya pengeluaran, karena cukup dua tahun sudah lulus SMA. Perguruan Tinggi sudah memahami sistem tersebut, sehingga mereka juga siap menampung lulusan SMA 2 tahun.

“Kita sudah koordinasi dengan perguruan tinggi. Mereka siap menerima lulusan dua tahun dari SMA. Tapi kalau lulusnya 2,5 tahun itu, yang agak susah, “ imbuh pria warga Desa Gedangan, Rembang ini.

Seorang guru Kimia SMA N I Rembang, Krislina menganggap Unit Kegiatan Belajar Mandiri tidak berpengaruh pada saat guru menyampaikan materi pelajaran. Justru yang merasakan dampaknya adalah siswa. Menurut Krislina, yang paling diuntungkan anak-anak yang bisa belajar lebih cepat. Guru biasanya akan memahami, siswa mana saja yang berpotensi lulus 2 tahun.

“Kalau guru tinggal memilah-milah materi saja. Langsung pembelajaran, guru harus mendampingi atau dijelaskan lebih detail. Lha dari sisi muridnya, seiring waktu kita akan paham mana yang menerima materi lebih cepat atau lambat, “ ungkap Krislina.

Salah satu siswa yang tertarik ingin lulus dua tahun yakni Nadia Salsabila Primadani, dari kelas X MIPA II. Siswi warga Desa Kabongan Kidul Rembang tersebut merasa tertantang. Ia menyadari harus belajar lebih giat dan aktif, agar target lulus 2 tahun di tingkat SMA dapat tercapai.

“Kalau kelas reguler kan 3 tahun ya, ini bisa 2 tahun, rasanya tertantang. Kalau perlu, ikut les di luar sekolah, supaya bisa mengejar tantangan, “ kata alumni SMP N II Rembang ini.

Saat ini kelas X SMA N I Rembang, terdapat 388 siswa. Mereka tersebar pada jurusan IPA 8 kelas dan IPS 2 kelas. Di Provinsi Jawa Tengah sendiri, sudah ada sejumlah sekolah SMA yang menerapkan sistem SKS. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *