Saat Pelaku Usaha Radio Ketemu Diskominfo, Ingatkan Sejumlah Hal
Diskusi pelaku usaha dan pemerhati radio di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang, Selasa (02/07).
Diskusi pelaku usaha dan pemerhati radio di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang, Selasa (02/07).

Rembang – Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Rembang didesak untuk menjembatani terbentuknya Forum Komunikasi Radio. Dulu forum semacam itu sempat pernah ada, namun karena kurangnya pembinaan dari instansi terkait, akhirnya vakum.

“Onny” Abi Wahono, Direktur Radio R2B Rembang menyampaikan hal itu ketika diskusi antar pelaku usaha dan pemerhati radio di Kantor Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Rembang, Selasa (02 Juli 2019). Menurut Onny, dengan adanya forum, akan memberikan sejumlah manfaat. Ia mencontohkan pada waktu momen-momen penting, radio di Kabupaten Rembang dapat menggelar siaran serentak. Selain itu juga bisa saling bekerja sama, dalam bidang periklanan.

Onny berharap Dinas Komunikasi Dan Informatika yang merupakan organisasi perangkat daerah (OPD) baru, nantinya mampu menjembatani komunikasi antar radio, untuk ikut menopang pergerakan kemajuan daerah, dari sisi hiburan dan informasi.

“Misalnya ada iklan layanan masyarakat (ILM) dari pemerintah, kita bisa muter bareng. Begitu juga soal iklan, kita mungkin bisa ada kesepakatan tarif batas bawah berapa. Buat apa banting harga, kalau kemudian nggak nutup operasional. Nah, kalau Diskominfo ikut menjembatani, kan kita bisa saling komunikasi, “ tutur Onny.

Seorang pemerhati radio yang hadir dari Kecamatan Bulu, Tarwilah mengaku termasuk cerewet, ketika mendengar iklan dengan materi kurang pantas. Ia bahkan menegur langsung pengelola radio, supaya isi iklan diganti, agar tidak menimbulkan keresahan.

“Pesan saya cuma itu, kan saya sebagai pendengar atau pemantau. Apalagi saya mewakili Tim Penggerak PKK, kalau ngomong ya seperti ini. Pokoknya, saya berharap radio jangan ada iklan yang seronok, mohon maaf lho ini, “ kata Tarwilah sambil terkekeh.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Rembang, Wartono menyampaikan meski mulai ditinggalkan, namun radio tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Ia menggelar diskusi semacam ini, salah satunya supaya antar pelaku usaha dan pemerhati radio bisa saling bertukar pikiran. Instansinya kedepan ingin mengambil peran lebih dalam hal pembinaan media radio.

“Selama ini umumnya radio kan ngadek dewe, urip-urip dewe. Makanya kita buka forum ini, ayo baiknya kedepan seperti apa, “ kata Wartono.

Wartono menambahkan beberapa masukan dari pelaku media dan pemerhati radio ditampung. Kalau memang perlu diakomodir melalui anggaran, pihaknya akan mencoba mengajukan pada APBD Perubahan tahun 2020 mendatang. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *