Menikmati Bobolan, Demi Syawalan
Kemacetan terjadi di jalur persimpangan antara Pantura dan jalan Dr. Wahidin, sebelah timur jembatan Karanggeneng. (Foto atas) Rombongan pengunjung Syawalan dari Desa Dowan, berhenti menikmati makan di atas dump truk.
Kemacetan terjadi di jalur persimpangan antara Pantura dan jalan Dr. Wahidin, sebelah timur jembatan Karanggeneng. (Foto atas) Rombongan pengunjung Syawalan dari Desa Dowan, berhenti menikmati makan di atas dump truk.

Rembang – Tradisi Syawalan seminggu setelah Lebaran menjadi salah satu fokus perhatian aparat kepolisian, karena momentum warga dari berbagai pelosok pedesaan “bobolan” keluar kampung dan masuk ke dalam Kota Rembang.

Sukamto, seorang warga Dusun Brengkong Desa Dowan, Kecamatan Gunem mengatakan Syawalan atau dengan nama lain bodo kupat atau bodo kecil, selalu rutin ditandai piknik ke Taman Rekreasi Pantai Kartini. Bahkan ia bersama puluhan warga lainnya dari Dusun Brengkong memilih naik berombongan menggunakan dump truk yang sehari-hari dipakai mengangkut hasil tambang. Sukamto beralasan memanfaatkan moda transportasi seadanya dan yang pasti gratis.

“Ya nglencer mas, lomban, seneng-seneng. Wong ndeso nggeh sakanane (seadanya-Red). Gak perlu nyarter bus, anane dump truk ya bawa dump truk. Gratisan, “ ungkap Sukamto sambil tertawa.

Pengunjung Syawalan lainnya, Urip Harjo menuturkan tradisi piknik ke Taman Kartini setahun sekali tak pernah dilepaskan. Masyarakat biasanya membuat ketupat dan lepet dulu. Begitu selesai, mereka langsung bersiap-siap menikmati wisata di Rembang sampai sore hari.

“Rombongan ya keluarga, anak, isteri, tetangga, ikut semua tadi. Di Taman Kartini ya sampai sore, setahun sekali nglencer (piknik-Red). Kecilan seperti ini sekalian liat sedekah laut, “ ujarnya.

Pesta Syawalan di Taman Rekreasi Pantai Kartini yang berlangsung hari Kamis (13 Juni 2019) bersamaan dengan pesta sedekah laut Desa Tasikagung Rembang.

Arak-arakan sedekah laut, dimulai dari Pelabuhan Tasikagung, timur jembatan Karanggeneng, menyusuri jalur Pantura sampai Alun-Alun Rembang. Setelah itu mereka kembali lagi melintasi jalur Pantura, masuk jalan di depan asrama polisi dan tiba di Pelabuhan Tasikagung.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, AKP Roy Irawan menuturkan arus kendaraan dari arah Semarang dimasukkan ke jalan tengah dalam kota, dari timur Jembatan Karanggeneng – Jl. Dr Wahidin – Dr. Sutomo dan tembus di depan SMP N III Rembang. Sedangkan arus kendaraan dari arah Surabaya, dilewatkan jalan lingkar Tireman – Galonan – jalur Pantura Pasar Penthungan. Polisi bekerja keras mengurai kemacetan yang terjadi di sejumlah titik pertemuan kendaraan di jalur Pantura. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *