Tentukan Hari Raya Idul Fitri, Begini Ulasan Pihak BHR
Suasana melihat hilal di kawasan Watu Layar Desa Binangun, Lasem.
Suasana melihat hilal di kawasan Watu Layar Desa Binangun, Lasem.

Lasem – Pengurus Badan Hisab Dan Rukyat (BHR) Kabupaten Rembang, Senin sore (03 Juni 2019) menggelar pantauan hilal di kawasan Watu Layar, pinggir jalur Pantura Rembang – Tuban, tepatnya di Desa Binangun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Pantauan hilal, untuk menentukan awal bulan Syawal atau Hari Raya Idul Fitri.

Ketua BHR Kabupaten Rembang, Ali Muhyidin menjelaskan sesuai perhitungan, hilal masih di bawah ufuk, sehingga perkiraan tidak akan terlihat. Namun karena rukyatul hilal merupakan taat budi bagian dari ibadah, pihaknya tetap harus melaksanakan. Se Indonesia, berdasarkan perhitungan, ketinggian hilal masih minus. Manakala ada saksi yang mengaku melihat hilal, menurutnya kesaksian tersebut layak ditolak.

Hilal yang tidak terlihat pada Senin petang, maka berarti hari Selasa (04 Juni 2019) masih tetap puasa, atau digenapkan menjadi 30 hari. Kebetulan Ormas Islam Muhammadiyah sudah mengumumkan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari Rabu, tanggal 05 Juni 2019. Ormas Islam lainnya, Nahdlatul Ulama menunggu pengumuman hasil sidang isbat dari pemerintah.

“Muhammadiyah sudah mengumumkan hari Rabu (05/06). Insyaallah Lebaran bareng-bareng hari Rabu. Tapi lebih tepatnya menunggu pengumuman resmi dari pemerintah. Perwakilan Ormas Muhammadiyah dan NU juga kita undang ke Watu Layar ini, “ ujarnya.

Ali menambahkan hasil pantauan hilal di Watu Layar, juga langsung dilaporkan kepada Kementerian Agama, untuk bahan pertimbangan saat sidang isbat, Senin malam.

“Prediksi nggak ada yang bisa melihat. Kalau minus, ya nggak bisa terlihat. Manakala ada yang mengaku bisa melihat hilal, ya ditolak kesaksiannya, “ beber Ali.

Ditanya peralatan melihat hilal, menurut pegawai Kementerian Agama Kabupaten Rembang warga Desa Kabongan Kidul, Rembang ini ada sejumlah teropong bulan, dan alat pengukur titik koordinat dipasang di perbukitan Watu Layar. Sasaran utama mengincar arah barat, ketika matahari tenggelam, sekira pukul 17.26 Wib. Hasil akhir, hilal belum terlihat, posisi pada ketinggian -1 derajat. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.