Tuduhan Keji Yang Membuat Hati Warga Terluka, Pemuda Telusuri Akun Ingin Temukan Orangnya
Kebakaran rumah di Desa Banggi Kec. Kaliori diwarnai komentar tidak pantas yang membuat masyarakat Banggi marah.
Kebakaran rumah di Desa Banggi Kec. Kaliori diwarnai komentar tidak pantas yang membuat masyarakat Banggi marah.

Kaliori – Masyarakat Desa Banggi Petak Kecamatan Kaliori marah dengan adanya isyu kebakaran rumah di Desa Banggi Petak direkayasa, supaya mendapatkan bantuan. Pihak desa setempat langsung menyatakan bahwa pernyataan tersebut bohong alias HOAX.

Kepala Desa Banggi Petak, Bathi ketika dikonfirmasi mengatakan komentar itu muncul kali pertama dari facebook. Ada sebuah akun mengomentari kejadian kebakaran di Desa Banggi disengaja, demi memperoleh bantuan. Ia merasa prihatin, seraya menganggap tuduhan yang sangat keji dan jangan dipercaya.

Dirinya sendiri kebetulan mengetahui awal peristiwa kebakaran, saat akan berangkat ke kantor. Tak berselang lama, ramai warga bahu membahu memadamkan api. Berdasarkan informasi dari pemilik rumah, sebelum kebakaran tidak sampai menyalakan obat nyamuk. Tapi memang ada charge HP yang masih menempel di stop kontak, posisinya berhimpitan dengan pakaian dan selambu tempat tidur. Bisa jadi memicu kebakaran, karena hubungan pendek arus listrik.

“Saya tahu, karena waktu berangkat ke kantor ada warga teriak-teriak minta tolong. Semua habis dilalap api, hanya baju yang melekat di badan. Kok malah ada info rumah sengaja dibakar, keji banget. Saya tegaskan nggak benar itu, “ ungkap Bathi.

Bathi beralasan pria pemilik rumah, sejak pukul 02.00 dini hari sudah pergi bekerja berjualan ke pasar, sedangkan isterinya pukul 07.00 Wib ke sawah. Anaknya di sekolah, sedangkan sang nenek sehabis mencuci, main di rumah kerabat, tak jauh dari lokasi kebakaran. Ia berharap kepada pengguna media sosial, jangan membesar-besarkan kabar tersebut, karena akan sangat melukai hati pemilik rumah maupun masyarakat Desa Banggi Petak. Saat ini bahkan kalangan pemuda di kampungnya sedang menelusuri siapa akun yang berkomentar tidak pantas tersebut.

“Siapa sich yang mau rumah dibakar beserta isinya, nggak masuk akal kan. Saya dengarnya dari anak-anak muda, kemudian mereka berusaha mencari siapa pemilik akun yang berkomentar itu. Mereka yang muda-muda ya ikut gregetan soalnya, “ imbuhnya.

Sebelumnya, kebakaran terjadi di Desa Banggi Petak Kecamatan Kaliori, Rabu pagi. Sebuah rumah ludes, dengan taksiran kerugian mencapai Rp 60 an Juta. Bupati Rembang, Abdul Hafidz bersama jajarannya mengunjungi korban kebakaran pada Kamis siang (16/05), untuk menyalurkan bantuan. Pemilik rumah tampak masih shock atas musibah itu. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *