Suaranya Kalah Cukup Jauh, Gus Kamil Blak-Blakan Siapa Yang Akan Duduki Ketua DPRD
Majid Kamil, Ketua DPRD Rembang. (Gambar atas) Suara Caleg PPP DPRD Kabupaten Rembang, Dapil Sarang – Sedan.
Majid Kamil, Ketua DPRD Rembang. (Gambar atas) Suara Caleg PPP DPRD Kabupaten Rembang, Dapil Sarang – Sedan.

Sarang – Supadi, warga Desa Banowan, Kecamatan Sarang meraup suara paling tinggi di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) daerah pemilihan Kecamatan Sarang dan Sedan. Bahkan suaranya melampaui cukup jauh Majid Kamil, Ketua DPRD Rembang sekarang, yang juga kebetulan maju melalui daerah pemilihan sama.

Apakah nantinya Supadi berpeluang menjadi Ketua DPRD Rembang ? Mengingat PPP diprediksi memenangkan Pemilu Legislatif DPRD Kabupaten Rembang.

Berdasarkan penghitungan formulir C 1 dari saksi PPP, Supadi memperoleh 3.540 di Kecamatan Sarang dan 2.023 di Kecamatan Sedan, sehingga totalnya 5.563 suara. Sedangkan Majid Kamil, Ketua DPRD Rembang sekaligus putera Kiai Maimoen Zubair mengantongi  3.507 di Kecamatan Sarang dan 1.188 di Kecamatan Sedan, dengan total 4.695 suara.

Majid Kamil yang saat ini masih menjabat Ketua DPC PPP Kabupaten Rembang, Minggu siang (21 April 2019) menjelaskan untuk menentukan siapa yang menduduki kursi Ketua DPRD, akan dibahas melalui mekanisme forum rapat partai. Saat Pemilu Legislatif 2014 lalu, dirinya mendapatkan suara terbanyak dan menjadi Ketua DPRD. Ia menyampaikan bukan karena meraih suara terbanyak, kemudian didaulat sebagai Ketua DPRD. Melainkan ditetapkan lewat forum rapat yang melibatkan Majelis Pertimbangan dan Majelis Syariah partai.

Pria yang biasa dipanggil Gus Kamil ini memastikan selaku Ketua DPC, tidak akan bersikap otoriter, dalam menyikapi penentuan Ketua DPRD.

“Kan kita rapat nantinya, saya selaku Ketua DPC nggak akan semena-mena. Ada Majelis Pertimbangan dan Majelis Syariah yang menentukan, bukan banyak-banyakan suara. Dulu saya jadi Ketua DPRD bukan karena suara terbanyak, tetapi lewat forum itu, “ terangnya.

Gus Kamil membenarkan jika dibandingkan dengan Pemilu 2014, perolehan suara PPP di Kecamatan Sarang menurun. Ia menduga karena banyak santri yang tidak bisa nyoblos, karena terbentur syarat KTP elektronik.

“Santri dulu kan mencapai 3 ribuan. Yang sekarang ini mungkin ada seribuan santri nggak bisa nyoblos, soalnya berbasis e KTP kan. Hal itu salah satu yang menyebabkan suara turun. Tapi untuk Kecamatan Sedan suaranya naik, “ ungkapnya.

Mengenai kursi DPRD PPP di tingkat Kabupaten, menurutnya yang sudah pasti ada 10. Kemungkinan bertambah atau tidak, pihaknya lebih menunggu hasil rekapitulasi manual Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ada dua daerah pemilihan yang perkembangannya masih ditunggu, yakni Dapil Kragan – Sluke dan Sumber – Kaliori.

“10 kursi ini sama dengan Pemilu 2014 lalu. Yang dua Dapil kita masih lihat suara partai lain, karena selisihnya kecil. Istilahnya harap-harap cemaslah. Lebih baik nunggu rekapitulasi manual KPU, biar lebih valid, “ tandasnya.

Keperkasaan PPP mulai muncul sejak Pemilu 2014. Partai berlambang ka’bah ini menggusur Partai Demokrat yang sempat mendominasi Pemilu 2009 lalu. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *