Pendaftaran Polisi : Beda-Beda, Latihan Terberat Yang Dirasakan Saat Persiapan
Uun Ayunda Rosaliana dan Ni’matul Aimah menunggu antrean pemeriksaan berkas administrasi, Kamis (28/03). (Gambar atas) Pendaftar calon anggota Polri dihukum push up di depan Mapolres Rembang, karena datang terlambat.
Uun Ayunda Rosaliana dan Ni’matul Aimah menunggu antrean pemeriksaan berkas administrasi, Kamis (28/03). (Gambar atas) Pendaftar calon anggota Polri dihukum push up di depan Mapolres Rembang, karena datang terlambat.

Rembang – Banyak cerita dibalik persiapan ikut mendaftar calon anggota Polri. Mulai dari menyiapkan berkas administrasi yang tergolong cukup banyak, hingga memantapkan latihan fisik yang menguras tenaga. Bagaimana lika-liku kisah sejumlah pendaftar ?

Ni’matul Aimah salah satunya. Ia mengaku baru kali pertama mendaftar polisi. Remaja dari Desa Pengkol, Kecamatan Kaliori yang duduk di bangku SMA N 3 Rembang ini menceritakan aktivitas lari belakangan menjadi santapan rutin setiap hari. Menurutnya, karena waktu dibatasi 12 menit, maka ketika lari harus benar-benar menyesuaikan. Minimal ia harus mampu mengitari Alun-Alun Rembang 6 – 7 kali, dalam tempo waktu tersebut.

“Administrasi sudah saya bereskan, tinggal mematangkan persiapan fisik dan mental. Lari biasanya tiap sore, setelah pulang sekolah. Kalau renang, alhamdulilah waktu ada pembinaan dan latihan (Binlat-Red) di Semarang, dalam waktu 1 menit, saya mampu menempuh jarak 25 Meter, “ ujar Ni’matul.

Berbeda dengan pendaftar polisi lainnya, Uun Ayunda Rosaliana. Uun sudah 3 kali ini mencoba peruntungan mendaftar polisi dan tahun 2019 merupakan kesempatan terakhir, karena usianya sudah menginjak 20 tahun.

Wanita warga Desa Sendangagung, Kecamatan Kaliori ini mengevaluasi dua kali kegagalan tempo lalu. Kala itu kandas saat tes psikologis. Meski demikian, persiapan fisik tak boleh diabaikan. Lari dijalani tiap pagi dan siang. Begitu juga dengan push up, sit up dan pull up. Menurutnya yang paling berat pull up, harus mampu 72 kali selama waktu 1 menit.

“Saya nggak ikut Binlat, tapi latihan secara mandiri. Ya jogging, renang, push up, sit up, pull up. Pull up itu rengen mas kalau orang sini bilang. Pria sama wanita beda. Rengennya wanita maju mundur, nggak naik turun. Ya semoga saja tahun ini bisa diterima, saya percaya rezeki sudah ada yang mengatur, “ bebernya.

Sementara itu, Kepala Bagian Sumber Daya Polres Rembang, Kompol Sugiyanto mengingatkan 139 orang pendaftar untuk percaya dengan kemampuan sendiri. Jangan sampai berspekulasi menggunakan calo, agar bisa lolos.

“Proses seleksi kami jalankan secara transparan dan akuntabel. Kalau di tingkat Polres kan hanya memeriksa berkas administrasi. Nanti di Semarang, semua akan dites. Tinggi badan semua dicek. Termasuk tes fisik, ada klasifikasi yang harus dicapai. Begitu gagal, ya sudah langsung dicoret, seperti sistem gugur, “ tegasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *