Pemadaman Kebakaran Truk, Petugas Damkar Pilih Tak Gunakan Air
Petugas pemadam kebakaran menjinakkan api yang meludeskan ban truk di Desa Padaran, Rembang, Kamis malam (14/03).
Petugas pemadam kebakaran menjinakkan api yang meludeskan ban truk di Desa Padaran, Rembang, Kamis malam (14/03).

Rembang – Sebuah dump truk bermuatan pasir terbakar, diduga karena pengaruh salah satu ban meletus. Peristiwa mengejutkan itu terjadi di jalan Desa Padaran, Kecamatan Rembang Kota, Kamis (14/03) sekira pukul 21.15 Wib. Api tidak sampai meluas, setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Dan Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Rembang, Wiyoto mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekira pukul 21.31 Wib. Setelah itu bergegas menuju TKP. Begitu tiba, mendapati api menghabiskan ban belakang sebelah kiri. Ada kemungkinan setelah ban truk meletus, muncul gesekan antara pelek dengan aspal jalan, sehingga memicu percikan api.

“Kebetulan lokasi antara posko pemadam kebakaran dengan TKP di jalan Desa Padaran nggak terlalu jauh. Anggota kami kurang dari 10 menit tiba dan langsung melakukan penanganan, “ bebernya.

Wiyoto menambahkan penyemprotan tidak menggunakan air, karena dikhawatirkan justru api akan semakin membesar. Mengingat di dalam truk terdapat oli dan bahan bakar minyak. Petugas memutuskan untuk memakai foam atau semacam busa, sehingga api bisa dikendalikan sekira setengah jam kemudian.

“Si jago merah nggak sampai meludeskan badan truk. Waktu itu kita kerahkan 1 mobil pemadam dan 1 truk tangki, mengantisipasi butuh air banyak. Tapi ternyata kita harus pakai foam, supaya penanganan lebih tepat, “ imbuh Wiyoto.

Sopir dump truk, Mardam (37 tahun), warga Desa Ketangi Kecamatan Pamotan selamat. Yang bersangkutan buru – buru keluar truk, ketika memergoki percikan api.

Selama proses pemadaman, jalan raya Rembang – pamotan, tepatnya di Desa Padaran sempat macet. Antrean kendaraan memanjang dari arah timur maupun barat. Namun setelah pemadaman selesai, arus kendaraan kembali normal. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *