Kunjungan Jokowi : Menyebut Nama Prabowo Dalam Do’a, Sosok Ini Yang Membisiki Kiai Maimoen Sebelum Akhirnya Diluruskan
Kiai Maimoen Zubair memimpin do’a penutup ketika kunjungan Presiden Joko Widodo, Jum’at petang (01/02). Dalam do’a itu, Kiai Maimoen menyebutkan nama Prabowo.
Kiai Maimoen Zubair memimpin do’a penutup ketika kunjungan Presiden Joko Widodo, Jum’at petang (01/02). Dalam do’a itu, Kiai Maimoen menyebutkan nama Prabowo.

Rembang – Pengasuh pondok pesantren Al Anwar, Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Kiai Maimoen Zubair sempat menyebutkan nama Prabowo, calon presiden nomor urut 02, ketika memimpin do’a penutup di sela – sela kunjungan Presiden, Joko Widodo di pondok pesantren tersebut, Jum’at petang (01/02).

“Ya Allah, hadza ar rois, hadza rois, Pak Prabowo ij’al ya ilahana, “ kata Kiai Maimoen dalam rekaman video acara Sarang Berdzikir yang didokumentasikan pihak Ponpes Al Anwar.

Setelah do’a tersebut, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuzzy mendekati Kiai Maimoen Zubair dan tampak membisikkan sesuatu. Tak berselang lama, Kiai Maimoen meluruskan isi do’anya.

“Saya sudah tua, sudah berumur 90 tahun. Yang menjadi Capres saya ya pak Jokowi, “ imbuhnya menggunakan microphone pengeras suara.

Karena isi do’a Kiai Maimoen Zubair yang menyebutkan nama Prabowo menjadi sorotan dan viral di media sosial, belakangan muncul video yang beredar, hasil rekaman Romahurmuzzy di ruangan kamar pribadi Kiai Maimoen Zubair. Di dalam kamar itu, terlihat ada Presiden Joko Widodo dan putra Kiai Maimoen, Majid Kamil yang juga Ketua DPRD Rembang.

Melalui rekaman tersebut, Romy (panggilan akrab Romahurmuzzy-Red) kembali ingin menegaskan sikap Kiai Maimoen, pada Pemilu Presiden April mendatang. Romy menanyakan apa pesan Kiai Maimoen yang akan disampaikan untuk para santri.

“Ya saya sampaikan santri ikut kiai, pak Jokowi orang Jawa dan Islam. Saya yakin akan menjadi besarnya Islam dan besarnya kemakmuran Indonesia. Ya pak Jokowi, siapa lagi, “ tandas Kiai Maimoen.

Presiden Joko Widodo yang berada di samping Kiai Maimoen Zubair, kemudian mengangguk – anggukkan kepala, sambil mengucapkan matur nuwun, matur nuwun (terima kasih-Red). (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *