Balapan Liar Membandel, Polisi Beberkan Strategi Untuk Jl. Dr. Wahidin
Pita kejut sudah terpasang di Jl. Dr. Sutomo. Rencana serupa akan diterapkan di Jl. Dr. Wahidin Rembang.
Pita kejut sudah terpasang di Jl. Dr. Sutomo. Rencana serupa akan diterapkan di Jl. Dr. Wahidin Rembang.

Rembang – Satuan Lalu Lintas Polres Rembang menyiapkan salah satu cara, untuk mengurangi aksi balapan liar di Jl. Dr. Wahidin, Rembang yang marak terjadi utamanya pada Sabtu malam Minggu.

Kepala Satuan lalu Lintas Polres Rembang, AKP Roy Irawan menjelaskan cara tersebut yakni dengan membuat deretan pita kejut di jalur itu. Pita kejut bentuknya seperti polisi tidur, namun lebih tipis dan dipasang secara berjajar. Sebelumnya, pita kejut telah dipasang di Jl. Dr. Sutomo, sebelah timur Perempatan Jaeni Rembang.

Pengendara sepeda motor yang melintasi pita kejut, ban kendaraan akan langsung bergetar, sehingga mereka cenderung memperlambat laju kecepatan. Selain pita kejut, pihaknya juga tetap mengintensifkan patroli dan menilang pebalap liar.

“Mereka mengganggu ketertiban masyarakat, komplain warga sudah sering. Kami sudah berulang kali mengimbau, memperingatkan, tapi nyatanya masih ada. Maka kita ingin pasang pita kejut di Jl. Dr. Wahidin, nantinya kami koordinasikan dengan Dinas Perhubungan. Di Jl. Dr. Sutomo sudah kita pasang, efektif kok, “ beber Roy.

Sementara itu, seorang warga di Jl. Dr. Wahidin, Sri Supatmi berpendapat di Rembang belum ada arena untuk balapan. Akibatnya, anak – anak muda memilih balapan liar di jalan raya. Kalau ingin menghilangkan balapan liar, menurutnya pemerintah perlu menyediakan tempat khusus.

“Sarannya ya itu, harus dicarikan tempat. Mereka punya arena, jadi nggak di jalan. Kalau di kota – kota besar kan ada jalan ditutup, gantian ruas – ruas mana gitu, kemudian dipakai balapan. Syukur punya tempat permanen, “ ungkapnya.

Sambil menunggu langkah serius yang mengarah pada solusi jangka panjang, Sri setuju jika tiap malam Minggu, polisi menggelar razia balapan liar, karena sudah sangat meresahkan. Kalau mereka ditilang, setidaknya akan menimbulkan efek jera. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *