Alasan Kenapa Puluhan Tukang Bangunan Menjadi Sasaran Pelatihan
Suasana pelatihan tukang bangunan yang diselenggarakan PT. Semen Gresik, Selasa (30/10).
Suasana pelatihan tukang bangunan yang diselenggarakan PT. Semen Gresik, Selasa (30/10).

Pancur – PT. Semen Gresik kembali menggelar pelatihan tukang bangunan, Selasa pagi (30 Oktober 2018). Kegiatan yang melibatkan 70 an orang tukang tersebut, menjadi salah satu cara untuk meningkatkan ketrampilan. Lokasi pelatihan berlangsung di sebuah resto, pinggir jalan raya Rembang – Pamotan, Dusun Pereng, Desa Jeruk, Kecamatan Pancur.

Salah satu tukang bangunan, Purwanto, warga Desa Dowan, Kecamatan Gunem menuturkan selama ini dalam menggeluti profesi lebih banyak belajar sendiri. Begitu mendapatkan serangkaian pelatihan, banyak hal baru yang ia peroleh. Terkait dengan upah tenaga tukang, per hari menerima Rp 90 ribu. Setelah ikut pelatihan, Purwanto belum berani menaikkan standar upah.

“Banyak sekali yang saya dapatkan dari pelatihan ini. Ngecor beton yang baik gimana. Maklum kalau saya kan seringnya pakai kira – kira saja, belajar dari pengalaman. Kebetulan bapak saya juga tukang, dulu habis lulus SMP sering lihat bapak kerja, “ beber Purwanto.

Secara terpisah, Andhika Firmansyah, Kasi Pelayanan Pelanggan PT. Semen Indonesia menjelaskan pihaknya memberikan materi teori dan praktek. Ia mencontohkan instruktur mengajarkan bagaimana tekhnik perbandingan mencampur adukan material, cor beton dan memasang konstruksi. Menurut Andhika, materi semacam itu untuk menambah pengetahuan tukang. Mengingat beberapa kali pihaknya menerima keluhan dari tukang. Setelah tim tekhnis turun mengecek, ternyata lebih disebabkan ketidaktahuan tukang bangunan.

“Ada tukang yang bilang lho semennya kok nggak kering – kering, kenapa warnanya beda atau kenapa cepat retak. Lha setelah dicek, karena tukangnya yang salah. Semisal pas cor beton, kan ada obatnya tuch. Lha kalau ngasih obatnya kebanyakan, malah bahaya, “ terangnya.

Andhika menambahkan usai pelatihan, para tukang memperoleh sertifikat. Diharapkan apabila keahlian tukang sudah meningkat, nantinya dapat menambah pendapatan mereka. Pelatihan akan digelar rutin, sebagai bentuk perhatian perusahaan terhadap tukang bangunan yang menjadi ujung tombak pengguna produk semen. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *