Dugaan Pemindahan Pasar Disusupi Kepentingan Politik, Apa Kata Bupati?
Bupati Rembang, Abdul Hafidz berbincang dengan pedagang Pasar Rembang, beberapa waktu lalu.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz berbincang dengan pedagang Pasar Rembang, beberapa waktu lalu.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz memastikan pemindahan Pasar Rembang, tidak semata – mata hanya memenuhi kepentingan para pedagang saja. Namun ada sejumlah faktor lain yang harus dipertimbangkan.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyatakan pihaknya tidak memandang dari 1 sudut, tetapi dari berbagai perspektif. Mulai dari pedagang, pembeli, pengguna jalan maupun penataan kawasan kota kedepan. Ia mengklaim pemindahan pasar, akan menguntungkan semua pihak. Menurutnya, pedagang tidak akan dirugikan.

Jika mereka khawatir lokasi pasar baru di Kampung Baru Desa Sumberejo akan menambah kemacetan, solusinya sejumlah ruas jalan diperlebar, sehingga tidak memicu kemacetan. Begitu pula kalau ada rasa pedagang dibebani biaya, ia pastikan tidak dipungut biaya sepeserpun. Kemudian tudingan pasar baru tidak aman, menurutnya sangat aman, karena dalam kondisi tertutup.

“Saya terima kasih kepada pedagang bisa memberikan informasi dan aspirasi. Kekhawatiran pedagang tetap akan kita penuhi. Mohon dipahami bahwa pemindahan pasar mempertimbangkan banyak hal, jangan hanya dilihat berdasarkan kepentingan pedagang, “ jelasnya.

Ditanya apakah wacana pemindahan Pasar Rembang mulai ditunggangi kepentingan politik, Bupati enggan menanggapi, karena baginya yang terpenting fokus pada misi membangun Kabupaten Rembang. Ia membenarkan sosialisasi secara kedinasan memang belum, karena menunggu kepastian pembangunan pasar baru. Namun secara lisan, tiap kali dirinya datang ke Pasar rembang, gagasan pasar dipindah selalu disampaikan kepada pedagang.

“Empat tahun lalu sudah kami ungkapkan, pas menjelang hari raya Idul Fitri saya kan biasa ke Pasar Rembang. Saya tanya sama pedagang, mau nggak pasar dipindah. Jawabnya mau, asal nggak bayar. Kalau kemudian muncul penolakan, tentu dinamika yang wajar, “ imbuh Bupati.

Pernyataan Bupati tersebut sekaligus merespon gelombang penolakan pasar pindah yang disuarakan oleh Ikatan Pedagang Pasar Rembang. Ikatan Pedagang Pasar Rembang membuat semacam jajak pendapat, dengan cara mengedarkan selebaran. Hasilnya, 1.237 pedagang menolak pindah, sedangkan 3 orang setuju pindah. Hari Rabu (16/10), Bupati berencana menggelar pertemuan dengan perwakilan pedagang Pasar Rembang di ruang rapat Bupati lantai II Gedung Setda. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *