Potensi Terpendam Di Tengah Dusun Terpencil, Pihak Desa Punya Mimpi Besar
Armada truk memasok material untuk memperbaiki jalan dalam program TMMD Reguler di Dusun Ngotoko. (Gambar atas) Mulut Gua Lawa di Dusun Ngotoko, bisa menjadi potensi alam yang layak diberdayakan.
Armada truk memasok material untuk memperbaiki jalan dalam program TMMD Reguler di Dusun Ngotoko. (Gambar atas) Mulut Gua Lawa di Dusun Ngotoko, bisa menjadi potensi alam yang layak diberdayakan.

Bulu – Tidak banyak yang tahu, Dusun Ngotoko Desa Pasedan, Kecamatan Bulu ternyata memiliki potensi alam mengagumkan, meski kondisi geografisnya berada di kawasan terpencil tengah hutan, perbatasan antara Kabupaten Rembang dengan Kabupaten Blora.

Potensi terpendam itu berupa buah durian, makam kakak beradik yang dipercaya dulunya murid Pangeran Diponegoro dan 4 buah gua.

Kepala Desa Pasedan, Kusman menjelaskan buah durian Ngotoko sudah cukup terkenal, memiliki rasa manis dan legit. Pihaknya ingin membuat kawasan agrowisata, dengan mengoptimalkan lahan milik desa, bekas SD N II Pasedan yang telah lama diregrouping.

Agrowisata tersebut nantinya akan digabungkan dengan wisata religi dan wisata alam Gua Lawa. Kebetulan terdapat 4 buah gua, tapi yang paling besar adalah Gua Lawa.

“Disebut Gua Lawa, karena banyak kelelawarnya. Saat masuk paling depan memang sempit, tapi setelah itu luas sekali. Lokasi ini air bawah tanahnya juga besar. Lha antar 1 gua dengan gua lain, berjarak 1 kilo meteran lah. Pihak kecamatan sudah pernah ke sini survei kok, “ kata Kusman.

Terkait wisata religi, menurutnya di Dusun Ngotoko ada makam kakak beradik, Surogino dan Surogendogo. Berdasarkan cerita turun temurun, keduanya murid Pangeran Diponegoro yang mengasingkan diri, saat dikejar pasukan penjajah Belanda.

“Jaraknya nggak terlalu jauh dari kampung kok. Saya pikir kalau potensi – potensi ini diberdayakan, akan mampu menjadi daya tarik warga luar desa untuk mau datang ke Ngotoko, “ terangnya.

Kusman menimpali akses jalan dari Desa Pasedan menuju Dusun Ngotoko, sebagian besar sudah diperbaiki melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler tahun 2018, sehingga dapat menunjang gagasan besar berikutnya. Tinggal mematangkan konsep kerja sama dengan pihak Perhutani.

“Jadi tanaman durian sama gua ini kebanyakan kan masuk cakupan wilayah Perhutani. Ketika konsep sudah jadi, kami ingin bicarakan lebih lanjut. Termasuk upaya bersih – bersih di sekitar lokasi. Masyarakat siap mendukung pokoknya, “ imbuh Kusman.

Sementara itu, Komandan Kodim 0720 Rembang, Letkol Arh. Andi Budi Sulistianto menyatakan dipilihnya Dusun Ngotoko Desa Pasedan menjadi sasaran TMMD Reguler, kali pertama karena akses jalan menuju dusun itu sangat jelek, padahal diandalkan masyarakat untuk menopang aktivitas sehari – hari. Begitu akses jalan ditata, ia berharap dapat mendukung pengembangan potensi Dusun Ngotoko pada masa mendatang.

“Untuk perbaikan jalan, cor beton panjangnya 400 Meter, makadam 2.358 Meter, pembangunan tebing 15 Meter, Poskamling 1 unit dan perbaikan rumah tidak layak huni  3 unit. Semoga dari TMMD Reguler ini menjadi momentum Dusun Ngotoko bergerak lebih maju, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *