Nasib Dusun Terpencil, Yang Terlewat Dari Ngotoko
Saluran air menggantung akibat tergerus longsor, padahal menjadi jalur utama bagi warga Dusun Ngotoko.
Saluran air menggantung akibat tergerus longsor, padahal menjadi jalur utama bagi warga Dusun Ngotoko.

Bulu – Sebuah jembatan penghubung antar RT di Dusun Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu kondisinya ambrol dan rawan putus, jika tidak segera ditanggulangi.

Ngami, Kepala Dusun Ngotoko Desa Pasedan menjelaskan jembatan tersebut menghubungkan antara RT 01 dengan RT 02. Jembatan memiliki fungsi sangat penting, untuk perlintasan mengangkut kayu rencek, hasil bumi pertanian dan menunjang mobilitas warga sehari-hari. Kondisi bawah jembatan sudah lama longsor tergerus air.

Ia khawatir pada musim penghujan nanti, jembatan yang posisinya sudah menggantung, akan putus. Apalagi tiap hujan deras, aliran air dari pegunungan sangat besar. Jika ditangani dengan tanggul darurat, menurutnya tetap sulit, karena terlalu dalam.

“Itu sebenarnya seperti saluran air, nggak berupa jembatan besi mas. Cuman karena bawah sudah tergerus, jadi menggantung. Kanan kirinya jurang, mau ditangani darurat nggak bisa. Sekarang memang airnya sedikit lha wong kemarau panjang. Tapi sekali saja diterjang aliran air dari atas, habis sudah, “ keluhnya.

Ngami menambahkan setelah listrik PLN masuk kampungnya tahun 2014 lalu, kemudian akses jalan diperbaiki tahun ini, sarana fasilitas umum yang masih diperlukan masyarakat Ngotoko yakni lampu penerangan jalan umum, serta perbaikan jalan di dalam kampung.

“Yang jalan dalam kampung masih jelek. Lampu penerangan di sini juga minim. Mohon kiranya tahun 2019 bisa diperhatikan, biar predikat kampung terisolir nggak terus – terusan disandang oleh Dusun Ngotoko, “ imbuh Ngami.

Karena saluran air tergerus longsor tidak termasuk yang diperbaiki melalui program TMMD, maka pihak dusun berharap nantinya dapat diperbaiki melalui dana desa maupun bantuan Pemkab Rembang. Mereka ingin jangan menunggu jalur putus, baru kemudian turun tangan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *