16 Pelajar Dilarikan Ke Puskesmas, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti
Diduga mengalami keracunan, pelajar SDN Dresi Kulon, Kecamatan Kaliori menjalani perawatan di Puskesmas Kaliori, Kamis (30/08).
Diduga mengalami keracunan, pelajar SDN Dresi Kulon, Kecamatan Kaliori menjalani perawatan di Puskesmas Kaliori, Kamis (30/08).

Kaliori – 16 orang pelajar SD N I Dresi Kulon Kecamatan Kaliori, Kamis (30 Agustus 2018) sekira pukul 09.30 Wib, dilarikan ke Puskesmas Kaliori. Mereka diduga mengalami keracunan, setelah minum es puter.

Menurut informasi yang dikumpulkan aparat Polsek Kaliori, ada siswi kelas V SDN Dresi Kulon, Siti Mutanaimah membeli minuman sachet merek es puter kepada Karsih (36 tahun), pedagang yang mangkal di depan SD.

Kali pertama minum, Siti merasakan aneh pada minuman tersebut. Kemudian dicicipi oleh siswa lain secara bergantian. Tak berselang lama, pelajar lainnya yang membeli minuman serupa, juga mulai muntah – muntah, kepala pusing, sesak nafas dan perut mual. Ke 16 korban meliputi siswa kelas III, IV dan kelas V. Melihat kejadian tersebut, guru berinisiatif membawa para pelajar ke Puskesmas Kaliori untuk menjalani perawatan.

Kepala Unit Reskrim Polsek Kaliori, Aiptu Moch. Anshori menjelaskan pelajar umumnya sebatas mencicipi sedikit minuman tersebut. Namun gejala yang mereka rasakan sama. Setelah dirawat, tidak ada siswa harus opname. Semua rawat jalan, sambil terus dipantau oleh pihak Puskesmas.

“Kan pelajar juga curiga kenapa rasanya es kok aneh. Namanya juga anak – anak, yang lain penasaran ikut mencicipi. Nah, habis itu baru mual – mual, muntah dan sebagian menangis, “ ungkapnya.

Aiptu Moch. Anshori menambahkan barang bukti yang diamankan berupa air, es batu, bekas muntahan dan sisa minuman. Ada beberapa sample diminta Puskesmas, akan dibawa ke Dinas Kesehatan, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk menelusuri masa kadaluwarsa minuman sachet.

“Kan kita belum tahu yang menyebabkan anak – anak keracunan itu apa. Apakah dari es batunya, airnya atau kandungan minuman sachet. Setelah dites laboratorium, baru bisa disimpulkan, “ imbuh Anshori.

Sampai Kamis sore, penjual es masih berstatus sebagai saksi. Polisi belum menetapkan tersangka dalam kejadian ini. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *