Membedah Al-Adzkar Di Salah Satu Masjid Tertua, Sambil Menunggu Waktu Berbuka
Berbagai sisi Masjid Jami’ Sedan. Tampak di pintu utamanya tercantum tahun pembangunan.
Berbagai sisi Masjid Jami’ Sedan. Tampak di pintu utamanya tercantum tahun pembangunan.

Sedan – Masjid Jami’ Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, termasuk salah satu Masjid tertua di Kabupaten Rembang. Kalau Masjid Agung Rembang dibangun tahun 1814, Masjid Jami’ Sedan diriwayatkan berdiri pada tahun 1884 Masehi.

Masjid dibangun kali pertama oleh seorang ulama, Oesman Zahid, kemudian dilanjutkan puteranya, Kiai Nahrowi. Masjid semakin berkembang, setelah kedatangan ulama dari Arab Saudi, Hamzah Syatho ke Sedan, karena di Arab Saudi terjadi perselisihan antar kaum.

Ketua Remaja Masjid Jami’ di Desa Sidorejo, Hamat Billah menuturkan bangunan tengah Masjid merupakan peninggalan masa Oesman Zahid, di bagian timur peninggalan Hamzah Syatho, sedangkan sisi barat termasuk bangunan baru.

Ia sendiri merasa bangga di kampungnya masih berdiri kokoh Masjid kuno, sebagai warisan sejarah yang harus dijaga keasliannya.

“Kalau bagian kubah dan serambinya Masjid, hasil pemugaran mas. Masjid sisi tengah dan timur ini masih asli. Kayu – kayunya juga kita pertahankan. Sekarang juga ada pemugaran, untuk bagian depan. Kalau saya masuk Masjid ini, di hati sejuk. Sholat Jum’at saja kalau nggak di sini, saya merasakan kurang sreg gitu lho, kurang marem, “ cerita Hamat.

Hamat menambahkan selama bulan suci Ramadhan, di Masjid Jami’ Sidorejo ada siraman rohani rutin menunggu waktu berbuka puasa. Kiai Khaizul Ma’ali, pengasuh Pondok Pesantren Misykatul Anwar Sedan membacakan kitab Al-Adzkar tentang kumpulan do’a dan dzikir. Selain itu, pada malam hari, sehabis sholat tarawih berlangsung tadarus Alqur’an.

“Mbah Kiai Khaizul Ma’ali biasanya mulai menyampaikan kitab Al-Adzkar pukul 16.00 WIB, sampai menjelang waktu berbuka puasa. Sedangkan malamnya, tadarus Alqur’an dibagi jadi dua. Ada yang dari remaja Masjid, sama masyarakat umum, “ imbuhnya.

Untuk mengenang jasa pendiri Masjid Jami’ Sedan, salah satu agenda tahunan yang menyedot ribuan jemaah adalah Haul Hamzah Syatho. Haul berlangsung tiap tanggal 23 Muharram. Jemaah dari berbagai daerah mengingat kembali, sekaligus mendo’akan arwah salah satu penyebar agama Islam yang berpulang sekira tahun 1940 itu. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *