Saran MUI Terkait Thong – Thong Lek, Penyelenggara Janjikan Sesuatu Yang Beda
Festival thong – thong lek di Rembang, kembali berlangsung tahun ini.
Festival thong – thong lek di Rembang, kembali berlangsung tahun ini.

Rembang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rembang mendorong supaya kualitas festival thong – thong lek tahun ini menjadi lebih baik.

Ketua MUI Kabupaten Rembang, Zaenudin Ja’far mengaku mendukung ketika thong – thong lek kategori elektrik ditiadakan. Meski hanya peserta tradisional, namun ia berharap dibatasi lagi, agar kegiatan latihan maupun saat perlombaan kelak, tidak mengganggu aktivitas umat Islam yang tengah menjalankan ibadah  bulan suci Ramadhan pada malam hari.

“Sekarang hanya thong – thong lek tradisional, barangkali perlu dibatasi lagi. Saya contohkan pas latihan thong – thong lek, mungkin maksudnya nggak mengganggu. Tapi mereka nggak menyadari, ada yang sedang tadarus, iktikaf maupun ibadah lain. Bulan Ramadhan bulan yang sakral, tanpa merugikan pihak manapun, hormatilah Ramadhan, “ ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto menanggapi terkait latihan thong – thong lek, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala desa maupun kecamatan. Apabila ada warganya ingin mengikuti festival thong – thong lek, untuk mengingatkan boleh – boleh saja berlatih. Asalkan jangan menggunakan pengeras suara, karena dikhawatirkan mengganggu umat yang tengah beribadah.

Sedangkan pada waktu pelaksanaan, tahun ini penonton akan diarahkan di dekat gang – gang pinggir jalan. Tujuannya menjaga situasi tidak semrawut, seperti tahun lalu. Untuk melakukan pengaturan penonton, panitia melibatkan karang taruna desa, serta aparat kepolisian. Selain itu, akan ada pembatas antar peserta thong – thong lek, yakni peserta pawai obor dan pawai lampion.

“Yang jelas formulasinya tahun ini akan berbeda. Desa dan kelurahan yang dilewati peserta dilibatkan. Kemarin kita sempat hitung antara start sampai finish ada 52 gang. Nah, di dekat gang ini, menjadi tempat untuk penonton menyaksikan. Jangan seperti tahun – tahun kemarin, antara peserta, penonton sama pendukung peserta jadi satu, semrawut kondisinya, “ kata Dwi.

Pendaftaran peserta festival thong – thong lek dibuka sampai dengan tanggal 04 Juni 2018 di Kantor Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata. Nantinya peserta akan mulai lomba keliling pada hari Selasa, 12 Juni 2018. Routenya, dari Perempatan Rumah Dinas Kapolres Jl. Dr. Sutomo, menuju Jl. Kartini – Jl. Pemuda dan berakhir di Gedung Haji, Rumbutmalang. Sedangkan babak grand final digelar di halaman Stadion Krida Rembang, Rabu, 13 Juni 2018. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *