Was – Was, 8 Rumah Terpaksa Dikosongkan
Warga Desa Karangmangu Kecamatan Sarang menyelamatkan barang berharga dari dalam rumahnya. (gambar atas) Kondisi rumah di pinggir pantai Desa Karangmangu yang dikosongkan, Kamis siang.
Warga Desa Karangmangu Kecamatan Sarang menyelamatkan barang berharga dari dalam rumahnya. (gambar atas) Kondisi rumah di pinggir pantai Desa Karangmangu yang dikosongkan, Kamis siang.

Sarang – Bencana ombak besar melanda kawasan pesisir pantai utara Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang. Ada dua desa yang terkena dampaknya.

Pertama di Desa Kalipang, sedikitnya 37 rumah terendam air laut. Kepala Desa Kalipang, Hasyim menceritakan di pinggir pantai sebenarnya sudah ada talud pemecah gelombang. Namun karena kuatnya ombak dan kencangnya angin, mengakibatkan ombak besar tetap melimpas ke permukiman penduduk. Aktivitas warga menjadi terganggu.

Menurut Hasyim, ombak datang Rabu sore, kemudian mulai surut Rabu malam. Namun tidak sampai merusak bangunan rumah. Ia sebatas mengingatkan warganya tetap waspada, karena diramalkan ombak ekstrim masih rawan terjadi.

“Hari ini ombak masih cukup besar, apalagi kalau ada angin, ngeri pokoknya. Alhamdulilah nggak ada korban. Cuman aktivitas warga jadi terganggu. Mau masak, kalau air masuk dapur kan susah, “ jelas Hasyim.

Berbeda dengan di Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, ganasnya ombak membuat 8 rumah warga terpaksa dikosongkan, gara – gara pondasi bangunan sudah tergerus ombak. Kalau masih ditempati, justru membahayakan keselamatan penghuninya.

Slamet, seorang warga Desa Karangmangu menceritakan ombak besar mulai datang pukul 11.00 siang. Air langsung masuk ke dalam rumahnya. Untuk sementara, ia bersama keluarga mengungsi ke rumah mertua. Slamet berharap ada bantuan dari pemerintah, guna meringankan beban.

“Saya sudah 4 tahun tinggal di sini mas. Tahun kemarin ya ada ombak besar. Hanya saja yang paling besar tahun ini. Ini genteng rumah dan perabotan sudah saya selamatkan. Besok kalau ombak reda, insyaallah kembali lagi ke sini, “ tuturnya.

Sementara itu, Camat Sarang, Muttaqin menjelaskan pihaknya sudah turun ke lokasi kejadian, untuk mendata kerusakan bangunan. Fokus penanganan di Desa Karangmangu, karena kondisinya paling parah. Kecamatan Sarang telah melaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), maupun Bupati Rembang. Menurutnya, penanganan jangka pendek, warga membuat tanggul darurat, terbuat dari tumpukan karung berisi pasir dan pagar bambu.

“Penanganan jangka panjang, tetap kami harapkan ada talud pemecah gelombang. Di area bencana Desa Karangmangu ini kebetulan belum ada pelindungnya. Kami sudah koordinasi dengan Pemkab dan diteruskan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, “ kata Muttaqin.

Kamis siang (24 Mei 2018), petugas BPBD Kabupaten Rembang menyalurkan bantuan beras dan bahan makanan. Perwakilan PMI juga datang ke Desa Karangmangu, menyerahkan bantuan uang tunai, untuk 8 orang pemilik rumah yang terkena bencana. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *