Ganjar Pranowo Kaget Saat Ngobrol Dengan Pengusaha Jilbab, Ini Sebabnya
Ganjar Pranowo dan Taj Yasin bertemu di Sarang, Kamis siang. (gambar atas) Ganjar Pranowo ketika mengunjungi pusat penjualan jilbab di Waru Desa Sidorejo Kecamatan Sedan.
Ganjar Pranowo dan Taj Yasin bertemu di Sarang, Kamis siang. (gambar atas) Ganjar Pranowo ketika mengunjungi pusat penjualan jilbab di Waru Desa Sidorejo Kecamatan Sedan.

Sedan – Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sempat kaget, ketika berdialog dengan pengusaha jilbab di kawasan Waru Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Kamis siang (05 April 2018).

Waktu itu, pengusaha jilbab, Yoyok Widodo blak – blakan omsetnya dalam sebulan mencapai Rp 1 Miliar. Tidak hanya memenuhi pasar lokal Pulau Jawa, produk jilbabnya juga banyak dipesan pengecer luar pulau Jawa.

“Terkadang Rp 700 Juta, tapi pernah pula sampai tembus Rp 1 Miliar sebulan, “ terangnya ketika diajak ngevlog video bareng Ganjar.

Solusi Keluhan Lambung

Ganjar Pranowo mengungkapkan di Kecamatan Sedan kebetulan banyak pondok pesantren. Warga memahami potensi produk yang layak untuk dikembangkan. Salah satunya jilbab. Ternyata laku keras, dengan memberdayakan tenaga kerja lokal.

Kondisi seperti ini dapat menumbuhkan kemandirian di tingkat desa. Menurutnya perlu didorong, sehingga lapangan pekerjaan akan semakin terbuka.

“Kerudung dengan berbagai bentuk, dijual di sini. Pengusaha ambil dari masyarakat, kemudian showroomnya juga di sini, diperjualbelikan. Jadi tumbuhlah ekonomi kerakyatan di sekitar pondok pesantren. Yang begini – begini inilah muncul dari unit usaha kecil, kemudian semakin tinggi hingga berdikari. Dugaan saya untungnya besar sekali, wah bapaknya tadi bilang Rp 1 M lho sebulan, “ kata Ganjar.

Ganjar menambahkan selain mampir ke sentra jilbab, dirinya juga singgah ke Pondok Pesantren As-Sunniyah, Waru, Desa Sidorejo Sedan. Di tempat tersebut, ia tertarik dengan aktivitas santri pondok pesantren membuat kaos oblong. Gambar depan kaos bercirikan khas Islam, tapi mengggunakan desain trend anak muda sekarang.

Melihat geliat semacam itu, pemerintah tinggal membantu akses modal dan pelatihan. Apalagi jika nantinya terpilih, pasangan Ganjar – Yasin ingin Pondok Pesantren dijadikan sebagai pusat kulakan masyarakat.

“Kalau sudah mandiri, usaha kayak gini jalan saja. Pemerintah tinggal soal gimana cara mereka bisa ekspansi. Soal ekonomi dari pondok pesantren. Kita lihat yang ada dulu. Semisal kebutuhan Sembako, setiap orang butuh. Lha kalau titiknya di pondok pesantren jadi pusat kulakan, bisa saja. Biar jadi sumber ekonomi baru. Contoh – contoh seperti jilbab, kaos oblong sudah membuktikan, “ imbuhnya.

Usai dari Sedan, Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Ma’hadul ‘Ulum ‘Asy-Sar’iyyah (MUS) Sarang. Ganjar turut disambut oleh Kiai Maimun Zubair, putra Kiai Maimun yang juga calon Wakil Gubernur, Taj Yasin. Mereka sempat berjalan kaki menyusuri pinggir jalur Pantura. Tampak Kiai Maimun duduk di kursi roda, didorong oleh Taj Yasin. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *