
Sluke – Situasi Balai Desa Sanetan, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Sabtu malam (07 November 2026) dipadati masyarakat.
Mereka ingin mendengarkan langsung, penjelasan dari Kepala Desa Sanetan, J, atas tuduhan perselingkuhan antara Kades dengan seorang wanita tetangganya masih satu RT, berinisial Cr yang sehari-hari membuka usaha warung kopi.
Cr sendiri sudah bersuami, namun posisi suaminya berada di luar daerah.
Sebelumnya, isteri dan anak Kades menggeruduk rumah Cr, Rabu (04/11) saat kondisi sudah larut malam, diatas pukul 23.00 Wib, usai memantau rumah tersebut 1 jam lebih.
Warung kopi telah tutup, sedangkan pintu rumah juga tertutup rapat.
Setelah kaca jendela digedor-gedor, meminta agar Kades keluar, barulah Kades J keluar. Bahkan rekaman video kejadian sempat beredar. Usai peristiwa itu, Kades beralasan datang ke rumah Cr, akan membeli rokok.
Lantaran menjadi bahan pergunjingan masyarakat, berbagai pihak menggelar pertemuan di Balai Desa Sanetan, dengan dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Sluke.
Camat Sluke, Mokhamat Ansori ketika dikonfirmasi menjelaskan dalam pertemuan, Kades mengelak berbuat selingkuh atau zina.
Kades menyebut berada di dalam rumah Cr, karena ada keperluan biasa.
“Alasannya rembugan biasa pak. Itu aja alasannya,” kata Camat.
Jika melihat rekaman video, menurutnya tidak benar Kades dalam kondisi telanjang, sebagaimana isyu yang berkembang. Melainkan masih mengenakan pakaian lengkap, ketika ke luar rumah.
Mendengar ribut-ribut, tampak Cr dan orang tua Cr ikut terbangun.
“Jadi di dalam rumah ada 3 orang lagi, Cr wanita yang punya warung, kemudian orang tuanya. Kalau di video itu, memang tidak menunjukkan ada zina,” imbuhnya.
Ansori menambahkan ketika klarifikasi di Balai Desa Sanetan Sabtu malam, isteri Kades memberikan maaf kepada suaminya.
Sedangkan Kades Sanetan juga meminta maaf kepada warga, lembaga di tingkat desa dan Forkopincam, atas kegaduhan yang terjadi.
Hasil pertemuan ada 2 keputusan, yakni :
- Kepala Desa jangan lagi ngopi di warung tersebut, apalagi sampai larut malam.
- Camat harus memberikan surat teguran kepada Kepala Desa, karena seharusnya Kades menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Jangan sampai melakukan perbuatan di luar jam kerja yang bisa menimbulkan persepsi negatif.
“Alhamdulillah jalannya pertemuan lancar dan aman. Mandat dari masyarakat agar Camat memberikan surat teguran kepada Kades, akan kami tindaklanjuti,” pungkas Ansori.
Warga yang semula memadati depan Balai Desa Sanetan, akhirnya membubarkan diri.
“Dari alasan, ya meragukan, tapi mau gimana. Pembuktian kasus selingkuh atau zina itu sulit, kalau tidak tertangkap tangan secara langsung, ada saksi dan videonya,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya. (Musyafa Musa).
