
Kaliori – Bencana kekeringan membuat masyarakat di berbagai desa mengandalkan bantuan air bersih, sebagai salah satu cara mencukupi kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK).
Salah satunya di Desa Karangsekar, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang.
Seorang warga setempat, Suparno mencontohkan pada hari Jum’at (06 November 2026), masyarakat menyiapkan galon-galon bekas, jirigen maupun blung kosong di depan rumah, sebagai tanda warga sangat menantikan bantuan air.
Mereka bahkan rela menunggu berjam-jam, bantuan air datang. Begitu truk tangki tiba, air dimasukkan ke dalam tandon buatan dari terpal, untuk mengurangi kemungkinan air terbuang.
“Itu pun dapat satu tangki, nggak ngatasi bos (masih kurang banyak_Red). Tapi ya harus tetap disyukuri,” ungkapnya.
Suparno menambahkan kalau tidak ada bantuan, masyarakat biasanya menunggu sumber air di sumur-sumur sekitar kampung.
Selama musim kemarau, debitnya menurun drastis.
“Istilah orang sini ya nitik-nitik di sumberan air. Meski sumber air kecil, ya ditunggui, dapat sedikit-sedikit. Soalnya banyak sumberan yang mati. Tapi ambil airnya belum sampai keluar desa,” kata Suparno.
Kebutuhan air yang menyedot paling banyak adalah untuk keperluan mandi dan minum ternak.
“Untuk mandi ya diirit-irit (hemat). Mau gimana lagi, wong kondisinya seperti ini,” ucapnya.
Menurutnya, belum turun hujan deras yang mengguyur Desa Karangsekar. Sejauh ini, baru sebatas gerimis sebentar.
Fenomena kesulitan air bersih tahun ini terasa lebih parah, apabila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia berharap Pemkab Rembang memperbanyak bantuan air bersih ke desa-desa yang dilanda kekeringan.
“Syukur-syukur bantuan bisa datang tiap hari, tentu dapat meringankan beban kami,” pungkas Suparno. (Musyafa Musa).
