
Pancur – Sebuah gudang rosok terbakar di Desa Japeledok, Kecamatan Pancur, Minggu siang (11 Oktober 2026) sekira pukul 12.30 Wib.
Kepulan asap membumbung tinggi, karena di dalam gudang, terdapat tumpukan barang-barang yang mudah terbakar.
Gudang tersebut milik Tasripin (52 tahun), Kepala Desa Japeledok. Selama ini di dalam gudang juga menampung cukup banyak limbah dari pabrik sepatu PT. HSK Japeledok, seperti kardus, karet dan plastik.
Kebakaran kali pertama diketahui oleh warga yang melintas, kemudian melaporkan hal itu kepada warga lain. Pemilik bersama masyarakat berupaya memadamkan api, dengan peralatan seadanya, sambil menunggu kedatangan petugas Damkar.
Diduga kebakaran berasal dari pembakaran sampah, semakin membesar akibat tiupan angin.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD Rembang, Erwin Rahadyan menjelaskan pemadaman melibatkan petugas Damkar dari Posko Rembang, Pos Bantu Sedan, dan anggota TNI YTP 888 Satria Sejati Pamotan.
“Pukul 13.00 Wib, petugas YTP tiba, disusul dari Damkar Rembang dan Pos Sedan pukul 13.20 Wib,” terangnya.
Proses pemadaman membutuhkan waktu sekira 1 jam, menghabiskan 16 rit air. Pada pukul 14.30 Minggu sore, pemadaman dinyatakan selesai.
“Kendala sumber air untuk suplai ke TKP. Kita ambil air tadi dari Japeledok dan Desa Gegersimo. Kendala kedua, banyak tumpukan barang rosok. Kelihatannya di atas sudah padam, padahal yang di bawah masih nyala, jadi harus kita balik dulu. Asap pekat sekali, sedangkan alat pelindung diri (APD) minim, butuh effort lebih bagi temen-temen Damkar,” kata Erwin.
Selain membakar bangunan dan barang bekas di dalam Gudang, api juga mengakibatkan 50 an ekor bebek mati di bagian belakang Gudang.
“Tak disangka ternyata ada bebek juga. Menurut informasi, pemilik mengisi gudang belakang 500 an ekor bebek, yang mati 50 an, karena dampak asap pekat dan panasnya kebakaran,” kata seorang petugas Damkar di TKP, Saiful Halim.
Total kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp 250 Jutaan. (Musyafa Musa).
