Apakah SPPG Ngemplak Terkait Partai Gelora, Begini Penjelasan Ketua DPD Gelora Kab. Rembang Nur Makhasin
SPPG Ngemplak Kecamatan Lasem.
SPPG Ngemplak Kecamatan Lasem.

Lasem – Sejumlah warga mempertanyakan keberadaan dapur SPPG Ngemplak, Kecamatan Lasem, apakah status kepemilikannya berafiliasi dengan Partai Gelora (Gelombang Rakyat Indonesia_Red).

Kasak-kusuk itu menyusul kejadian dugaan keracunan MBG yang menimpa siswa MAN 2 Rembang (Lasem), setelah mengonsumsi MBG dari SPPG Ngemplak, belum lama ini.

“Yang saya tahu, SPPG Ngemplak menempati aset milik warga setempat, bersebelahan dengan sebuah mini market. Kabarnya milik politisi Partai Gelora,” ungkap seorang warga sekitar SPPG, yang kami rahasiakan identitasnya.

“SPPG Ngemplak dan SPPG Pulo, kemungkinan pemiliknya sama, coba jenengan kroscek,” timpal warga lainnya.

Jika merujuk data, antara SPPG Ngemplak Kecamatan Lasem dan SPPG Desa Pulo Kecamatan Rembang, sama-sama berada pada naungan Yayasan Felza Muara Barokah.

Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Rembang, Nur Makhasin ketika dikonfirmasi menanggapi bahwa SPPG Ngemplak tidak ada keterkaitan dengan Partai Gelora. Ia menegaskan sejak awal SPPG tersebut dirintis secara pribadi.

“Tidak ada keterkaitan antara SPPG dengan Partai Gelora. Meski saya pribadi orang Partai Gelora, saya awal mula membangun SPPG ini juga berjuang benar-benar dari 0. Saya melalui portal web. Mengajukan sendiri dan daftar sendiri,” tandasnya.

Senin (14 September 2026), SPPG Ngemplak masih berhenti sementara, usai dugaan keracunan MBG. Belum diketahui sampai kapan akan beroperasi lagi.

Nur Makhasin menimpali pihaknya masih menunggu instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Terkait pemberhentian, kami tidak tahu sampai kapan. Kami mengikuti bagaimana arahan atau instruksi dari BGN saja,” kata Nur Makhasin.

Nur Makhasin menegaskan akan siap mengikuti seluruh arahan BGN, perbaikan dari sisi operasional maupun yang lain.

“Menjadi bentuk komitmen dan tanggung jawab kami sebagai mitra BGN, dalam memberikan pelayanan,” imbuhnya.

Di Kabupaten Rembang, ada 3 SPPG berhenti sementara, akibat kasus keracunan penerima manfaat.

Selain SPPG Ngemplak, terdapat SPPG Soditan yang bermitra dengan isteri politisi Gerindra, Puji Santoso dan tergabung dalam Yayasan Semendhe Kanthi Kanthil.

SPPG Soditan berhenti, pasca kejadian dugaan keracunan MBG di SMA N 1 Lasem.

Di Kecamatan Rembang Kota, SPPG Mondoteko 3 juga masih berhenti, usai dugaan keracunan MBG di SMP N 5 Rembang.

SPPG Mondoteko 3 berada di sebelah timur Perempatan Mondoteko (belakang bengkel sepeda motor), bergabung dalam Yayasan Kiai Asyhari, yang terpusat di Demak. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.