
Rembang – Hingga saat ini belum ada solusi, untuk mengatasi banyaknya makanan MBG terbuang, karena tidak dimakan siswa di Kabupaten Rembang.
Makanan MBG, akhirnya menjadi pakan ternak ayam dan bebek, di rumah bapak/ibu guru. Hal itu dilakukan sebagai alternatif terakhir, daripada sisa MBG terbuang percuma.
Seorang guru (kami rahasiakan identitasnya_Red) mengaku di sekolahnya setiap hari rata-rata ada 5 Kg sisa makanan MBG.
“Paling banyak ya nasi, kemudian disusul sayuran. Ini baru 1 sekolah, coba bayangkan se-Kabupaten, se-Provinsi, se-Indonesia, ngeri,” ujarnya, Senin (07 September 2026).
Sisa makanan dimasukkan ke dalam ember, kemudian dibawa pulang, untuk pakan ayam dan bebek.
Ia menyebut posisi guru sendiri ibarat simalakama, menjalankan program MBG ini.
Satu sisi kalau terus dijalankan, banyak makanan terbuang, mengakibatkan uang rakyat tidak tepat sasaran.
Namun di sisi lain kalau guru sekolah negeri menolak, akan menghadapi tekanan dari satuan atas. Mengingat program tersebut menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Kami ini jujur saja ya mas. Menjalankan MBG ya nggak sesuai hati nurani, karena melihat banyaknya makanan yang nggak dimakan itu lho. Siswa sering kali alasan, MBG nggak enak. Lebih enak masakan ibu di rumah. Nggak dijalankan, kita sendiri juga bagian dari pemerintah, serba sulit pokoknya,” ucapnya.
Tapi kalau disuruh memilih, ia lebih condong agar MBG dihentikan dan dialihkan ke program lain yang lebih bermanfaat untuk masyarakat secara umum.
Misal, untuk pembangunan gedung sekolah rusak dan menata akses jalan rusak parah, yang belakangan ini semakin mudah dijumpai.
“MBG ini dikaji ulang. Coba liat kenyataan di lapangan, antara manfaat dan madorotnya seperti apa. Toh juga banyak yang terbuang, masak seperti itu mau dipertahankan terus. Bukannya lebih baik, menata sekolah rusak, menaikkan gaji guru non-ASN, memperbaiki jalan-jalan rusak. Pasti masyarakat akan lebih setuju, karena pajak mereka betul-betul manfaat,” tandasnya.
Sejauh ini, pihak Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Rembang belum memberikan respon, saat dikonfirmasi mengenai banyaknya MBG tidak dimakan dan berujung menjadi pakan ternak.
Versi data lembaga Celios menyebut, potensi kerugian keuangan negara, karena MBG terbuang di Indonesia, sekira Rp 1,7 Triliun setiap Minggu. (Musyafa Musa).

