Warga Desa Kajar Kec. Gunem, Lolos Menjadi Calon Peserta Transmigrasi. Lokasi Tujuan Mana ??
Pasangan suami isteri, warga Desa Kajar Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang (dilingkari), lolos menjadi calon peserta transmigrasi.
Pasangan suami isteri, warga Desa Kajar Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang (dilingkari), lolos menjadi calon peserta transmigrasi.

Gunem – Pasangan suami isteri di Desa Kajar, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, lolos seleksi menjadi calon peserta transmigrasi ke daerah Torire, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Kabag Kesra Pemkab Rembang, Maruli Dwi Ronisa menjelaskan pasangan tersebut yaitu Djoni Kurniawan Wibowo (51 tahun) dan Lasini.

Semula pasangan ini mendengar kabar pendaftaran transmigrasi melalui siaran Radio R2B, kemudian datang ke Bagian Kesra kompleks Kantor Bupati Rembang, untuk bertanya secara langsung.

“Dapat infonya dari mendengarkan Radio R2B. Tanya-tanya ke sini, awalnya ya nggak meyakinkan gitu, benar minat transmigrasi apa nggak,” ujarnya.

Setelah itu, tim dari Bagian Kesra melakukan verifikasi ke Desa Kajar. Di Balai Desa setempat, pihaknya menggali informasi dari pihak desa maupun berkomunikasi dengan Djoni dan Lasini.

Hasilnya, diperoleh informasi bahwa keduanya merupakan sosok pekerja keras, berada di garis kemiskinan dan belum memiliki pekerjaan tetap.

“Hasil cek ke sana, bener-bener kita telusuri, ternyata pekerja keras, nggak punya pekerjaan yang jelas. Punya 1 anak, kelak kalau mau berangkat transmigrasi, anaknya ikut saudara, jadi nggak diajak langsung,” imbuhnya.

Singkat cerita, Djoni dan Lasini ikut seleksi di Provinsi Jawa Tengah. Melalui proses wawancara, keduanya dinyatakan lolos menjadi calon peserta transmigrasi.

“Bapaknya juga punya kemampuan lain, menjadi tukang las. Ibunya juga ditanya, bapake seneng rokok boten, dijawab boten. Mabuk-mabukan boten, boten. Ini orang rumahan, bapaknya buruh serabutan. Kalau nggak ada pekerjaan ya nganggur. Pinter macul, pethel. Cuman karena nggak punya lahan, itu yang susah,” beber Maruli.

Maruli menambahkan kawasan Torire, Poso, bukanlah daerah baru. Melainkan sudah sejak tahun 2023 lalu, dibuka menjadi lokasi transmigrasi.

Nantinya, transmigran akan mendapatkan 1 unit rumah, lahan pekarangan dan 1 hektar lahan garapan.

“Lahan pekarangan 200-300 Meter persegi bisa digunakan untuk cocok tanam,” terangnya.

Soal kondisi Torire, informasi yang diterimanya, air tergolong mudah dan memiliki komoditas unggulan seperti kakau, coklat dan durian.

“Lokasi ini sudah jadi langganan transmigrasi. Komoditasnya coklat, kakau, buah durian. Airnya sangat tersedia,” pungkasnya.

Sebelum berangkat ke Torire tahun 2026 ini, pasangan Djoni dan Lasini akan dilatih dengan berbagai macam ketrampilan oleh pihak Provinsi Jawa Tengah. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.