
Rembang – Masyarakat Kabupaten Rembang dihimbau lebih mewaspadai trend peningkatan penyakit gagal ginjal, karena pola makan dan minum yang tidak sehat.
Seorang tenaga kesehatan, Khodari Asrul menceritakan pengalamannya merawat pasien gagal ginjal, karena terlalu sering minum minuman berenergi.
“Sebelumnya yang bersangkutan senang sekali minum minuman berenergi. Tiap nyopir, tiap kumpul-kumpul atau pas ada kegiatan. Tanpa menyadari di dalamnya terdapat kandungan yang berbahaya, kalau diminum berlebihan dan dalam jangka waktu panjang,” tuturnya.
Khodari menambahkan usai minum minuman berenergi, badan dirasa lebih enak dan entheng. Namun menurutnya hal itu sugesti sementara saja.
Efek kedepannya justru akan sangat mengkhawatirkan.
“Nggak sampai 2 tahun, ginjal pasti kena mas. Jadi sebisa mungkin, dihindari,” imbuh warga Desa Sendangagung (Jeruk) Kec. Kaliori, yang berprofesi sebagai perawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Pamotan ini.
Khodari juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan remaja yang senang makanan cepat saji.
Makanan cepat saji umumnya mengandung garam dalam jumlah tinggi dan pengawet, yang juga rawan memicu gagal ginjal.
“Nggak heran kalau sekarang semakin banyak penyakit gagal ginjal dialami pasien dengan usia muda, usia-usia produktif. Tentu ini membuat kita sangat prihatin,” ungkapnya.
Kalau sudah gagal ginjal kronis, pasien harus melakukan cuci darah. Idealnya, seminggu 3 kali.
Maka ia mengajak masyarakat hidup sehat, dengan membiasakan diri minum banyak air putih, menjaga pola makan, hindari merokok, serta melakukan olahraga secara rutin, untuk mencegah gagal ginjal.
Termasuk saat mengisi kegiatan sinkronisasi kurikulum bersama dunia usaha dan dunia industri di SMK Muhammadiyah Rembang, Jum’at siang (05/06), ia turut mengajak para guru untuk mengkampanyekan waspada dini gagal ginjal, kepada peserta didik, sehingga bisa menjadi gerakan kesadaran bersama. (Musyafa Musa).

