
Rembang – Setelah sempat muncul kabar salah satu pabrik sepatu di Kabupaten Jepara akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah besar, akibat terdampak kondisi perekonomian global, lalu bagaimana dengan kondisi pabrik sepatu di Rembang, PT Parkland World Indonesia ?
Seorang perwakilan manajemen pabrik sepatu di Rembang, Ali M saat dikonfirmasi menyatakan biaya operasional memang mengalami kenaikan hingga 20 %.
“Hampir 20 % kenaikan biaya operasional-nya,” ungkapnya.
Meskipun demikian, pihaknya tetap bertahan dan belum ada rencana melakukan PHK pekerja.
“Insyaallah bertahan dengan kondisi saat ini. PHK jalan terakhir,” imbuhnya.
Menurutnya, order untuk tahun 2026 masih relatif aman. Namun para investor biasanya juga ingin ada kepastian hukum dan kenyamanan berinvestasi, sehingga ada harapan yang lebih baik.
“Sampai akhir tahun aman. Untuk 2027, trend pasarnya seperti apa, kami masih menunggu. Intinya, kepastian hukum sama kenyamanan berinvestasi, itu yang paling kita harapkan,” tandasnya.
Soal apakah saat ini pabrik sepatu di Rembang masih membuka lowongan pekerjaan, ia membenarkan sedang membuka lowongan untuk operator wanita.
Sementara itu, salah satu pekerja di pabrik sepatu Rembang yang duduk dalam kepengurusan Serikat Pekerja Nasional (SPN), Dalyadi berpendapat situasi yang dialami pabrik sepatu Jepara, tidak bisa disamakan dengan pabrik sepatu di Rembang.
“Kalau di Jepara, informasi yang kami terima ada penurunan order, penyebabnya apa kita nggak tahu. Kalau di Rembang, saya rasakan kok justru sedang bagus-bagusnya,” kata Dalyadi.
Dalyadi menimpali belum ada PHK skala besar, karena efek perekonomian global.
Justru menurutnya untuk pabrik sepatu di Rembang masih membuka kran perekrutan tenaga kerja.
“Sekarang ini pabrik PWI di Rembang justru masih menerima pekerja baru,” bebernya.
Ia berharap order untuk sepatu olahraga NB (New Balance) yang diproduksi pabrik sepatu di Rembang, masih tetap stabil, sehingga tidak sampai berdampak pada kelangsungan pekerja. (Musyafa Musa).

